TVRINews – Jakarta
Langkah nyata pemerintah amankan fiskal nasional agar pertumbuhan tetap solid di 2026.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas fundamental ekonomi dan fiskal nasional di tengah dinamika pasar global yang terus menekan. Melalui penguatan sembilan strategi kebijakan fiskal, otoritas ekonomi memastikan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kredibel dan sehat guna menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, mengungkapkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 merupakan bukti nyata efektivitas strategi yang telah dirancang.
"Pertumbuhan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari desain kebijakan yang terukur. Kami optimis fundamental ekonomi tetap solid untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan," ujar Menkeu Purbaya dikutip Senin 15 Juni 2026
Dalam dokumen kerangka kebijakan fiskal 2026, pemerintah memfokuskan implementasi pada sembilan strategi utama untuk memastikan keberlanjutan ekonomi, yaitu:
1. Kedaulatan Pangan: Memperkuat produktivitas sektor pertanian untuk menjamin stabilitas pasokan domestik.
2. Kemandirian Energi: Mendorong diversifikasi energi dan efisiensi pengelolaan sumber daya alam.
3. Kemandirian Air: Membangun infrastruktur penyediaan air yang resilien menghadapi perubahan iklim.
4. Akselerasi Pendidikan : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui alokasi anggaran strategis.
5. Transformasi Kesehatan : Memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional secara komprehensif.
6. Hilirisasi dan Industrialis asi: Mengoptimalkan nilai tambah komoditas di dalam negeri untuk mendongkrak ekspor manufaktur.
7. Ketahanan Infrastruktur : Melanjutkan pembangunan konektivitas dan perumahan yang terintegrasi dengan mitigasi bencana.
8. Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan : Menggerakkan potensi ekonomi desa dan sektor UMKM.
9. Penurunan Kemiskinan : Memperluas jangkauan perlindungan sosial dan penciptaan lapangan kerja baru.
Data Kementerian Keuangan per Mei 2026 mencatat realisasi pendapatan negara telah menyentuh angka Rp1.185 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya kepatuhan dan aktivitas transaksi ekonomi yang tumbuh stabil.
Pemerintah juga terus memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada level 3,08 persen per Mei 2026. Fokus pemerintah kini beralih pada menjaga momentum pertumbuhan tersebut agar mampu mencapai target ekonomi yang lebih tinggi di tahun mendatang, sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.








