TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa industri esports kini telah berkembang menjadi salah satu katalisator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Hal itu disampaikan Irene saat menghadiri Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) di Jakarta.
Menurut Irene, MPL tidak lagi sekadar menjadi ajang kompetisi gim, melainkan telah menjelma sebagai ruang kreatif yang membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarya dan membangun karier di industri kreatif.
"MPL bukan hanya sekadar sebuah kompetisi tapi sebagai creative playground untuk para pejuang ekonomi kreatif supaya memiliki sebuah stage, supaya mereka bisa berkarya. Kehadiran karya seperti ini menunjukkan bahwa esports tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga mampu melahirkan cerita, karakter, dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) yang dapat berkembang menjadi karya kreatif bernilai tambah," ujar Irene dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, konsep Creative Playground yang diusung bersifat inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak muda yang tertarik meniti karier di dunia esports.
Menurutnya, persepsi bahwa dunia esports hanya sebatas hobi perlu diubah karena industri tersebut telah berkembang menjadi sektor yang menjanjikan dengan berbagai peluang profesi.
"Creative Playground ini menjadi relevan kepada semua orang. Tujuannya supaya anak-anak muda yang ingin menjadi esports player atau masuk ke dalam esports industry, tidak perlu terlalu susah untuk meyakinkan bahwa it's okay loh to be in esports karena karier di sini merupakan sebuah industri yang menjanjikan," ucapnya.
Pada gelaran MPL ID S17, semangat Creative Playground diwujudkan melalui kehadiran SUGA (Surya Garuda), maskot resmi MPL Indonesia hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, MPL Indonesia, dan Tale X. Maskot tersebut dihadirkan sebagai upaya membawa budaya modern Indonesia ke panggung esports dunia.










