TVRINews, Jakarta
Sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional DKI Jakarta mengalami penurunan harga pada Kamis, 2 Juli 2026, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Penurunan terjadi pada bawang merah, cabai, daging sapi, telur ayam ras, hingga daging ayam, sementara harga beras dan minyak goreng relatif stabil.
Data PIHPS mencatat harga bawang merah ukuran sedang turun 7,69 persen atau sekitar Rp4.100 menjadi Rp49.800 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang dibanderol Rp47.150 per kilogram.
Di kelompok beras, harga terpantau stabil. Beras kualitas bawah I dijual Rp15.000 per kilogram, beras kualitas bawah II Rp14.300 per kilogram, beras kualitas medium I Rp17.000 per kilogram, beras kualitas medium II Rp16.150 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II tercatat Rp21.100 per kilogram.
Komoditas cabai turut mengalami pelemahan harga. Cabai merah keriting turun 13,69 persen menjadi Rp42.800 per kilogram, sementara cabai rawit merah turun 7,16 persen menjadi Rp57.900 per kilogram. Adapun cabai merah besar dipatok Rp47.600 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp52.800 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 1,85 persen menjadi Rp34.500 per kilogram. Harga telur ayam ras segar juga turun 4,31 persen menjadi Rp25.550 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas I turun 1,49 persen menjadi Rp151.800 per kilogram. Daging sapi kualitas II mengalami penurunan lebih besar, yakni 9,46 persen menjadi Rp143.450 per kilogram.
Di kelompok gula, harga gula pasir lokal bertahan di level Rp19.550 per kilogram, sedangkan gula pasir kualitas premium tetap berada di Rp20.400 per kilogram.
Harga minyak goreng juga relatif stabil.
Minyak goreng curah diperdagangkan seharga Rp23.100 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerek 1 sebesar Rp22.950 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 di level Rp23.200 per kilogram.
Secara umum, data PIHPS menunjukkan mayoritas komoditas pangan strategis di pasar tradisional DKI Jakarta bergerak stabil, dengan penurunan harga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura dan produk pangan hewani.










