TVRINews – Jakarta
Malaysia Dominasi Kunjungan Wisatawan Asing di Indonesia.
Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan dinamika positif pada awal pertengahan tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air menyentuh angka 1,39 juta kunjungan sepanjang Juni 2026. Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan tipis secara bulanan, kendati secara tahunan masih mencatatkan koreksi tipis.
Berdasarkan data resmi yang dirilis lembaga statistik negara, volume pelancong asing pada Juni 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen apabila dikomparasikan dengan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, angka ini terkoreksi 2,15 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Secara demografis asal negara, pelancong dari kawasan regional Asia Tenggara dan Pasifik masih mendominasi peta kunjungan. Warga negara berkebangsaan Malaysia tercatat sebagai kontributor terbesar dengan porsi mencapai 18,66 persen dari total keseluruhan.
Posisi berikutnya disusul oleh pelancong asal Singapura sebesar 12,25 persen, serta wisatawan berkebangsaan Australia yang menyumbang 12,08 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa tren pergerakan pelancong mancanegara selama paruh pertama tahun ini memperlihatkan pola fluktuatif yang cukup dinamis.

(Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, saat paparan terkait kunjungan wisman, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: Youtube BPS))
"Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman dari Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta, meningkat 5,71 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," ujar Ateng melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin 3 Agustus 2026.
Ateng merinci, arus kunjungan sempat mengalami tekanan pada triwulan pertama. Volume pelancong tercatat berada di level 1,19 juta kunjungan pada Januari, sebelum berangsur melandai menjadi 1,16 juta kunjungan pada Februari, dan menyentuh titik terendah triwulan pada Maret dengan 1,09 juta kunjungan.
Kendati demikian, pemulihan mulai terlihat memasuki triwulan kedua. Arus kedatangan pelancong asing konsisten menanjak pada April dengan 1,25 juta kunjungan, berlanjut ke angka 1,38 juta kunjungan pada Mei, hingga puncaknya pada Juni yang menembus 1,39 juta kunjungan.
Meninjau sarana mobilitas yang digunakan, mayoritas pelancong asing memilih jalur resmi utama untuk memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. Dari total 1,39 juta kunjungan pada Juni lalu, sebanyak 1,21 juta pelancong masuk melalui pintu utama, sementara 175,70 ribu pelancong lainnya memanfaatkan jalur perbatasan darat dan laut.
Moda transportasi udara mendominasi pintu masuk utama dengan kontribusi masif mencapai 78,84 persen. Sebaliknya, penggunaan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya mencatatkan proporsi 17,12 persen dan 4,04 persen dari total kedatangan lewat pintu utama.
Volume kedatangan melalui jalur udara lewat pintu utama pada Juni 2026 mencapai 954,63 ribu kunjungan. Angka ini mencerminkan penurunan 2,48 persen secara tahunan, namun di sisi lain menunjukkan apresiasi positif sebesar 2,33 persen secara bulanan.
Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Banten tetap menjadi gerbang udara paling strategis bagi kedatangan internasional. Kedua bandar udara utama tersebut memegang peranan krusial dengan menyumbang 88,58 persen atau setara dengan 845,64 ribu kunjungan dari keseluruhan total kedatangan pelancong asing via jalur udara nasional.









