TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, mengajak pelaku UMKM dan pegiat wisata di Jakarta Timur membudayakan gerakan menanam tanaman pendamping beras dari halaman rumah hingga tempat usaha. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) literasi bisnis yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.
Dalam kegiatan bertema pengembangan kewirausahaan industri pariwisata berbasis kelokalan tersebut, Putra menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kedaulatan pangan.
"Pariwisata masa depan bukan lagi soal kemewahan yang seragam, melainkan kejujuran dan keberlanjutan. Wisatawan kini mencari pengalaman yang menyatu dengan alam dan menghargai kearifan lokal," ujar Putra, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 22 April 2026.
Ia menilai peringatan Hari Bumi tidak cukup sebatas menanam pohon hias atau menjaga kebersihan. Menurutnya, menjaga bumi juga berkaitan dengan keberlangsungan hidup manusia melalui ketahanan pangan.
Putra juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tentang pentingnya kemandirian bangsa.
"Sebagaimana pesan kuat yang selalu disampaikan Ibu Mega, kita tidak boleh hanya diam berpangku tangan melihat ketidakpastian dunia. Beliau selalu mengingatkan: 'Jangan biarkan sejengkal tanah pun tidur tanpa menghasilkan.' Memperingati Hari Bumi berarti kita muliakan kembali tanah kita untuk memberi makan rakyat kita sendiri," tegas Putra.
Dalam kesempatan itu, Putra menginstruksikan pelaku wisata di Jakarta Timur mengintegrasikan konsep pariwisata hijau dengan gerakan menanam. Ia mengajak peserta memanfaatkan setiap ruang usaha untuk menanam 10 jenis tanaman pendamping beras.
"Mari kita tanam singkong, ubi jalar, umbi garut, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, hingga talas. Bayangkan jika setiap destinasi wisata di Jakarta Timur menjadi etalase pangan lokal. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tapi juga melihat kemandirian kita," jelasnya.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari literasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Integrasi pariwisata dan ketahanan pangan dinilai mampu menekan emisi karbon sekaligus menciptakan daya tarik wisata berkelanjutan.
"Sebab apalah artinya pariwisata yang tampak hijau dan asri di permukaan, jika fondasi kehidupan warga di dalamnya masih cemas akan urusan perut? Mari kita jadikan Jakarta Timur lumbung pangan yang tangguh, sekaligus destinasi wisata yang berkarakter," pungkas Putra.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan menjadi momentum bagi UMKM Jakarta Timur untuk berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, memanfaatkan akses pembiayaan seperti KUR, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kedaulatan pangan nasional.










