TVRINews, Jakarta
Harga beras kembali terkerek di akhir pekan, sementara komoditas cabai mulai menunjukkan tren penurunan di pasar nasional.
Dinamika harga kebutuhan pokok di pasar domestik kembali mencatatkan variasi pada Minggu 28 Juni 2026. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga siang ini menunjukkan adanya pergeseran pola harga, di mana komoditas beras mengalami tren kenaikan, sementara harga kelompok cabai mulai mereda setelah mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan pasar pukul 08.30 WIB mencatat, kenaikan harga terjadi secara merata pada berbagai kualitas beras. Beras kualitas super I tercatat naik 0,28 persen menjadi Rp17.600 per kilogram, diikuti beras kualitas super II sebesar 0,29 persen ke posisi Rp17.100 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas bawah II mengalami kenaikan lebih signifikan sebesar 0,69 persen menjadi Rp14.600 per kilogram.
Tekanan pada harga bahan pangan tidak berhenti di sektor beras. Komoditas gula pasir lokal mencatatkan lonjakan harga cukup tajam sebesar 3,4 persen, mencapai Rp19.750 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang dan daging ayam ras segar juga turut mengalami kenaikan tipis, masing-masing sebesar 0,93 persen dan 0,13 persen.
Koreksi Harga Cabai
Berbanding terbalik dengan tren beras, harga kelompok komoditas cabai justru mengalami koreksi setelah sempat melambung.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan terdalam, yakni sebesar 8,58 persen menjadi Rp69.750 per kilogram. Tren serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang turun 7,65 persen menjadi Rp53.100 per kilogram.
Selain itu, harga komoditas hewani dan minyak goreng turut menunjukkan stabilitas harga yang cenderung menurun. Daging sapi kualitas I dan II masing-masing mengalami penurunan tipis sebesar 0,2 persen dan 0,18 persen. Minyak goreng curah dan telur ayam ras segar juga mencatatkan penurunan harga masing-masing sebesar 0,24 persen dan 0,67 persen.
Dalam menanggapi kondisi pasar saat ini, pengamat ekonomi pertanian, Dr. Aris Subagyo, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap rantai pasok. "Fluktuasi yang terjadi menunjukkan adanya ketidakseimbangan pasokan musiman.
Meskipun harga cabai mulai melandai karena panen raya di sejumlah sentra produksi, kenaikan harga beras perlu mendapat perhatian serius untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang periode berikutnya," ujarnya dalam sebuah diskusi mengenai ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, beberapa komoditas lainnya terpantau stabil. Beras kualitas medium I masih bertahan di level Rp16.300 per kilogram. Begitu pula dengan gula pasir premium dan minyak goreng kemasan bermerk yang tidak mencatatkan perubahan harga, tetap berada di kisaran Rp20.300 hingga Rp24.200 per kilogram.
Pemerintah diprediksi akan terus memantau pergerakan harga ini untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga guna meredam volatilitas harga yang lebih lanjut di tingkat konsumen.










