TVRINews - Jakarta
Data PIHPS per 30 Mei 2026 mencatat lonjakan signifikan pada komoditas hortikultura, sementara harga beras dan minyak goreng curah bergerak stabil di penghujung bulan.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis pembaruan data agregat harga pangan pokok di penghujung bulan per 30 Mei 2026.Laporan statistik tersebut menunjukkan adanya tekanan inflasi yang cukup signifikan pada sektor hortikultura, khususnya rumpun cabai dan bawang merah.
Kendati demikian, stabilitas pasokan pada sektor pangan pokok seperti beras dan minyak goreng mampu mengompensasi pergerakan indeks harga konsumen secara keseluruhan, sehingga mencegah fluktuasi yang lebih dalam di pasar domestik.
Berdasarkan pencatatan akhir kuartal kedua berjalan ini, lonjakan paling drastis terjadi pada komoditas cabai merah besar yang meroket sebesar 26,93 persen atau mengalami kenaikan sebesar Rp15.500, menempatkan harga komoditas tersebut pada level Rp73.050 per kilogram.
Tren penguatan ini diikuti erat oleh cabai merah keriting yang naik 26,78 persen ke angka Rp69.600 per kilogram. Rentetan kenaikan harga pada lini pangan segar ini disinyalir terjadi akibat pergeseran pola musim yang memengaruhi tingkat produktivitas lahan pertanian di sejumlah daerah sentra produksi pangan utama.
Selain kelompok Fluktuasi harga yang tinggi, seperti cabai, harga bawang merah ukuran sedang turut mencatatkan apresiasi sebesar 4,96 persen menjadi Rp50.750 per kilogram, bertambah Rp2.400 dari perdagangan sebelumnya.
Pada sektor daging, harga pangan hewani memperlihatkan pergerakan linear yang merangkak naik secara moderat. Daging sapi kualitas 1 kini diperdagangkan pada rata-rata Rp150.700 per kilogram (naik 1,62%), sedangkan daging sapi kualitas 2 berada di level Rp141.150 per kilogram (naik 1,22%). Komoditas daging ayam ras segar pun naik tipis 1,82 persen menjadi Rp39.200 per kilogram.
Sebaliknya, jangkar utama pangan nasional yaitu beras, berhasil menunjukkan performa ketahanan pasokan yang kokoh. Mayoritas varian beras komersial berada pada posisi restriktif atau tidak mengalami perubahan harga yang berarti (harga tetap).
Beras kualitas medium I bertahan di angka Rp16.150 per kilogram dan kualitas medium II konsisten di Rp16.000 per kilogram. Penurunan minor hanya terjadi pada beras kualitas super I yang turun tipis 0,29 persen menjadi Rp17.400 per kilogram. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan manajemen stok nasional dalam menjaga titik keseimbangan distribusi.
Di pasar komoditas sekunder, minyak goreng curah mengalami koreksi konstruktif minor sebesar 0,24 persen menjadi Rp20.550 per kilogram. Pola fluktuasi tipis juga terlihat pada komoditas gula pasir lokal yang turun ke level Rp19.100 per kilogram, sementara varian premium naik marjinal 0,25 persen ke angka Rp20.250 per kilogram.
Secara analitis, struktur pasar pangan domestik di akhir Mei ini mengindikasikan manajemen intervensi yang cukup efektif pada komoditas logistik utama, meskipun sektor hortikultura segar masih memerlukan perhatian khusus terkait stabilisasi rantai pasok interinsuler menjelang siklus iklim berikutnya.










