TVRINews – Jakarta
Indeks saham Jakarta sempat tertekan pada pembukaan perdagangan sebelum rebound, sementara bursa Asia Pasifik melaju seiring harapan deeskalasi konflik AS-Iran
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada pembukaan perdagangan pasca-libur Iduladha, Jumat 29 Mei 2026. Sempat dibuka melemah menyusul tekanan koreksi pada sesi sebelumnya, indeks domestik berhasil membalikkan arah ke zona hijau dalam beberapa menit pertama perdagangan, ditopang oleh meredanya kekhawatiran geopolitik global.
Berdasarkan data yang dirilis IHSG, Pada bel pembukaan, sempat melorot 19 poin atau 0,3 persen ke level 6.111,97. Namun, aksi beli bersih pemodal segera mendorong indeks menguat hingga 0,37 persen. Aktivitas transaksi awal mencatat nilai perdagangan mencapai Rp236,3 miliar dengan volume 445,9 juta lembar saham.
Dalam dinamika pasar pagi ini, sebanyak 293 saham bergerak menguat, 141 saham melemah, dan 525 saham tidak mengalami perubahan harga.
Sentimen Geopolitik dan Angin Segar Asia-Pasifik
Pergerakan positif IHSG sejalan dengan reli yang terjadi di mayoritas bursa saham Asia-Pasifik. Investor di kawasan regional merespons positif sinyal-sinyal deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun sempat terjadi ketegangan militer di koridor energi strategis.
Berdasarkan laporan BBC News Hari ini dinamika militer sempat memanas setelah media pemerintah Iran, Fars, mengabarkan adanya uji coba peluncuran rudal di wilayah selatan negara tersebut pada Kamis 28 Mei 2026 malam.
Aktivitas ini menyusul pernyataan Pentagon yang mendeteksi peluncuran rudal balistik Iran ke arah Kuwait serta penempatan pesawat tanpa awak (drone) di sekitar Selat Hormuz.
Kendati demikian, kecemasan pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi global berhasil diredam. Sebuah laporan dari Axios, yang kemudian dikonfirmasi oleh pejabat Gedung Putih, menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan prinsip mengenai poin-poin gencatan senjata sementara.
Prospek jeda konflik setelah tiga bulan ketegangan ini memicu kembalinya selera risiko (risk appetite) para pelaku pasar.
Di pasar regional, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,88 persen dan indeks Topix naik 0,53 persen. Lompatan signifikan terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi melonjak hingga 2,68 persen, sedangkan Kosdaq tumbuh 0,25 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terapresiasi 0,72 persen, sementara kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong bergerak stabil di posisi 24.995.
Wall Street Pertahankan Rekor Lewat Reli Teknologi
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat memperlihatkan tren konsolidasi di level tertinggi setelah tiga indeks utama Wall Street mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Kamis 28 mei malam waktu setempat.
Kontrak berjangka (futures) S&P 500 dan Nasdaq 100 bergerak mendatar pada pagi hari ini, sementara futures Dow Jones Industrial Average bergerak menguat tipis di bawah 0,1 persen.
Pada sesi reguler sebelumnya, optimisme terhadap adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kembali menjadi motor utama pergerakan Wall Street. Indeks S&P 500 menguat 0,58 persen ke posisi 7.563,63, dan Nasdaq Composite melesat 0,91 persen ke level 26.917,47. Sementara itu, Dow Jones ditutup naik tipis 0,05 persen ke posisi 50.668,97.
Gairah sektor teknologi kali ini dipicu oleh kinerja gemilang perusahaan komputasi awan, Snowflake. Saham perusahaan tersebut melonjak hingga 36,5 persen rekor kenaikan harian tertinggi sepanjang sejarahnya setelah merilis proyeksi pendapatan kuartal kedua fiskal yang melampaui estimasi konsensus.
Keyakinan pasar kian solid menyusul komitmen belanja Snowflake senilai US$6 miliar untuk infrastruktur Amazon Web Services (AWS) selama lima tahun ke depan, sebuah langkah yang mempertegas ekspansi ekosistem teknologi AI secara global.










