TVRINews – Jakarta
Badan Pusat Statistik melaporkan penurunan jumlah pengangguran terbuka menjadi 7,24 juta orang pada periode Februari 2026.
Tren pemulihan pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan sinyal positif pada awal tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional ke angka 4,68 persen untuk periode Februari 2026.
Data terbaru ini mencerminkan penyusutan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Secara numerik, jumlah penduduk yang belum terserap lapangan kerja kini berada di angka 7,24 juta orang, menurun tipis dari catatan sebelumnya yang mencapai 7,28 juta orang atau setara dengan 4,76 persen.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa kondisi ini memberikan gambaran tentang proporsi angkatan kerja yang masih mencari peluang okupansi di tengah dinamika ekonomi nasional.
"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 berada pada posisi 4,68 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sekitar 5 dari setiap 100 orang dalam angkatan kerja kita berstatus sebagai penganggur," ujar Amalia dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, pencapaian di awal 2026 ini menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam kurun dua tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, pada Februari 2024, tingkat pengangguran nasional sempat menyentuh angka 4,82 persen dengan total 7,20 juta orang.
Meski terjadi fluktuasi dalam jumlah absolut penduduk karena pertumbuhan populasi, persentase TPT yang terus melandai menunjukkan kapasitas ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja baru mulai mengimbangi laju pertumbuhan angkatan kerja.
Para analis menilai, stabilitas angka di bawah ambang 5 persen ini merupakan indikator penting bagi kesehatan makroekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global sepanjang semester pertama tahun ini.










