TVRINews, Jakarta
Kinerja industri pengolahan kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ini memberi kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus tumbuh solid di tengah tantangan global.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa industri pengolahan menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional. Sektor ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurutnya, pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh meningkatnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Hal itu disampaikan Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
"Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor," ujar Amalia dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 5 Mei 2026.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen (yoy), mencerminkan ketahanan struktur ekonomi nasional.
Kinerja industri pengolahan ditopang oleh sejumlah subsektor unggulan. Industri makanan dan minuman tumbuh 7,04 persen, didorong oleh momentum Ramadan dan Idulfitri, peningkatan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).
Selain itu, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 10,35 persen. Peningkatan ini sejalan dengan naiknya permintaan global, terutama untuk komponen elektronik dan baterai.
Subsektor lain, yakni industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, juga tumbuh 7,41 persen, didorong oleh peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Di luar industri pengolahan, sejumlah sektor lain turut mencatat pertumbuhan positif. Sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 6,26 persen, konstruksi 5,49 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,04 persen.
Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata.
Meski demikian, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Bersama sektor perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, sektor ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.










