
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh World Bank menjadi 4,7 persen mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal, terutama akibat kenaikan harga energi global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. Penyesuaian ini menunjukkan risiko perlambatan ekonomi yang dipicu faktor global, termasuk volatilitas harga komoditas dan perubahan sentimen investor.
Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menilai proyeksi tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka analisis yang lebih komprehensif. Ia menyebut pendekatan lembaga internasional cenderung berbasis asumsi global agregat, sehingga berpotensi kurang merefleksikan karakteristik struktural perekonomian Indonesia yang bertumpu pada konsumsi domestik.
Eric menegaskan sejumlah indikator makroekonomi dalam negeri justru menunjukkan resiliensi yang kuat. Proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 diperkirakan dapat melampaui 5,6 persen. Angka ini menunjukkan permintaan domestik, stabilitas sektor keuangan, serta keberlanjutan belanja pemerintah masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menjelaskan transmisi tekanan global terhadap perekonomian Indonesia relatif lebih terbatas dibandingkan negara dengan ketergantungan tinggi pada sektor eksternal. Kondisi ini dipengaruhi kontribusi konsumsi rumah tangga yang dominan dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga mampu meredam dampak kontraksi dari luar negeri.
Namun, Eric mengingatkan revisi proyeksi lembaga internasional memiliki implikasi terhadap ekspektasi pasar dan persepsi risiko investor. Penguatan komunikasi kebijakan berbasis data dinilai penting untuk menjaga kredibilitas serta stabilitas makroekonomi.
“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap narasi ekonomi didukung oleh fundamental yang kuat dan indikator yang terukur. Dengan demikian, stabilitas ekspektasi pasar dapat terjaga dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan,” tegas Eric Hermawan, dalam keterangan Jumat, 10 April 2026.
Editor: Redaktur TVRINews
