TVRINews – Jakarta
Pasar tradisional nasional mencatat tren penurunan harga pada sejumlah komoditas hortikultura utama, sementara kelompok biji-bijian dan daging menunjukkan ketahanan harga yang konsisten di tengah dinamika suplai domestik.
Dinamika pasar pangan domestik pada perdagangan akhir pekan ini memperlihatkan koreksi harga yang signifikan pada beberapa komoditas hortikultura strategis, sementara sebagian besar kebutuhan pokok lainnya berada dalam koridor stabilitas yang terjaga.
Berdasarkan data observasi pasar yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional) pada Jumat 24 Juli 2026 pagi, pergerakan harga komoditas menunjukkan variasi yang mencerminkan keseimbangan antara pasokan lokal dan tingkat permintaan konsumen di berbagai wilayah.
Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Komoditas yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi volatil tersebut mengalami koreksi hingga menempatkannya pada level yang lebih terjangkau bagi konsumen akhir di pasar tradisional.
Harga cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp53.250 per kilogram. Angka ini merepresentasikan penyusutan sebesar 7,31 persen, atau setara dengan pemangkasan harga sekitar Rp4.200 apabila dikomparasikan dengan posisi perdagangan hari sebelumnya.
Selain cabai rawit merah, tren penurunan harga turut meluas ke sejumlah komoditas hortikultura penting lainnya. Kelompok bawang dan varietas cabai lain turut mengalami tekanan koreksi yang moderat namun konsisten di tingkat pedagang eceran.
Secara rinci, komoditas bawang merah ukuran sedang kini diperdagangkan pada level Rp41.400 per kilogram setelah mengalami penurunan sebesar 5,8 persen. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang melemah 3,75 persen menjadi Rp42.350 per kilogram. Untuk varietas cabai merah keriting dan cabai rawit hijau, masing-masing terkoreksi ke posisi Rp45.400 per kilogram dan Rp51.250 per kilogram.
Kendati demikian, anomali kecil terlihat pada komoditas cabai merah besar yang justru melawan arus dengan mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1,56 persen, atau menanjak sekitar Rp750 menjadi Rp48.700 per kilogram.
Ketahanan Harga Sektor Beras dan Daging
Di tengah fluktuasi harga hortikultura, sektor komoditas beras nasional menunjukkan ketahanan yang kuat dengan tingkat perubahan harga yang sangat minimal. Stabilitas ini dinilai krusial mengingat beras merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam keranjang konsumsi rumah tangga masyarakat luas.
Kategori beras kualitas bawah hingga super bergerak dalam rentang yang sangat ketat, di mana sebagian besar varian mencatat perubahan statis atau koreksi mikro sebesar Rp50 per kilogram. Beras Kualitas Bawah I bertahan di angka Rp14.750 per kilogram, sedangkan beras Medium I berada pada posisi Rp16.350 per kilogram.
Sementara itu, pada sektor produk hewani, harga daging ayam ras segar mengalami eskalasi tipis sebesar 1,56 persen ke level Rp38.950 per kilogram. Sebaliknya, komoditas daging sapi menunjukkan stabilitas yang sangat terjaga dengan pergerakan harga yang nyaris tidak berubah, di mana daging sapi kualitas 1 berada di kisaran Rp150.650 per kilogram.
Ringkasan Rata-Rata Harga Pangan Nasional
• Cabai Rawit Merah: Rp53.250/kg (Turun Signifikan)
• Cabai Rawit Hijau: Rp51.250/kg (Turun)
• Cabai Merah Besar: Rp48.700/kg (Naik Tipis)
• Cabai Merah Keriting: Rp45.400/kg (Turun)
• Bawang Merah Sedang: Rp41.400/kg (Turun)
• Bawang Putih Sedang: Rp42.350/kg (Turun)
• Beras Medium I: Rp16.350/kg (Stabil)
• Beras Super I: Rp17.600/kg (Stabil)
• Daging Ayam Ras: Rp38.950/kg (Naik Tipis)
• Daging Sapi Kualitas 1: Rp150.650/kg (Stabil)
• Minyak Goreng Curah: Rp20.350/kg (Turun Tipis)
• Gula Pasir Premium: Rp20.300/kg (Stabil)
• Telur Ayam Ras: Rp29.150/kg (Naik Tipis)









