TVRINews – Jakarta
Inflasi pangan di tingkat konsumen masih menunjukkan tren kenaikan pada komoditas pokok, sementara harga hortikultura mulai melandai.
Tren harga komoditas pangan di pasar domestik menunjukkan dinamika yang beragam pada perdagangan Selasa 7 Juli 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mengindikasikan bahwa sementara harga kebutuhan pokok seperti beras dan daging sapi terus tertekan kenaikan, komoditas hortikultura justru mencatatkan tren penurunan harga yang signifikan.
Berdasarkan pantauan per pukul 08.32 WIB, harga beras kualitas bawah I kini berada di angka Rp14.700 per kilogram, menyusul kenaikan sebesar 0,34 persen. Pola serupa terjadi pada varian medium dan super yang secara rata-rata mengalami apresiasi harga antara 0,28 persen hingga 0,5 persen. Tercatat, beras kualitas super II kini diperdagangkan pada level Rp17.150 per kilogram. Di sisi lain, harga beras kualitas bawah II tetap stabil di posisi Rp14.500 per kilogram.
Sektor protein hewani juga belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran harga. Daging sapi kualitas 1 mengalami kenaikan 0,47 persen menjadi Rp150.400 per kilogram, sementara kualitas 2 naik sebesar 0,53 persen menjadi Rp141.500 per kilogram.
Kontras pada Harga Hortikultura
Di tengah kenaikan harga pangan pokok, pasar merespons positif penurunan harga pada sektor hortikultura dan komoditas pendukung lainnya. Bawang merah ukuran sedang mencatatkan penurunan harga paling tajam sebesar 3,99 persen, menjadi Rp46.900 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar turun 3,75 persen menjadi Rp50.050 per kilogram, diikuti oleh penurunan harga pada cabai rawit merah sebesar 2,81 persen ke level Rp62.150 per kilogram.
Tidak hanya sektor hortikultura, harga protein hewani jenis telur dan daging ayam ras pun mengalami koreksi masing-masing sebesar 0,68 persen dan 0,27 persen. Komoditas minyak goreng curah juga terpantau turun 0,24 persen menjadi Rp20.550 per kilogram, memberikan sedikit ruang bagi konsumsi rumah tangga di tengah tekanan harga beras yang masih tinggi.
Pemerintah diprediksi akan terus memantau pergerakan harga ini untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga, terutama bagi komoditas yang masih menunjukkan tren kenaikan harga di pasar-pasar utama.










