TVRINews - Jakarta
Saat harga beras kualitas bawah dan super mengalami eskalasi, sektor hortikultura seperti cabai merah keriting justru anjlok drastis.
Tren pergerakan harga pangan di pasar domestik menunjukkan dinamika yang bervariasi pada akhir pekan ini. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Minggu 7 Juni 2026, sejumlah komoditas utama seperti beras dan minyak goreng mengalami kenaikan tipis, sementara kelompok hortikultura dan daging justru mencatat koreksi penurunan.
Dalam rilis resminya, PIHPS mencatat bahwa grafik harga beras kualitas bawah I mengalami eskalasi sebesar 0,34 persen (atau setara Rp50), sehingga kini diperdagangkan di angka Rp14.650 per kilogram. Lonjakan dengan nominal serupa juga terjadi pada beras kualitas super I yang merangkak naik 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kilogram.
Meski demikian, stabilitas harga masih terjaga pada beberapa varian beras lainnya. Jenis beras kualitas bawah II bertahan di angka Rp14.450 per kilogram, diikuti oleh varian medium I pada harga Rp16.200 per kilogram, medium II senilai Rp16.050 per kilogram, serta kualitas super II yang ajek di posisi Rp16.950 per kilogram.
Analisis Grafik Pasar
Kenaikan harga tidak hanya melanda sektor pangan pokok karbohidrat, namun juga merembet ke sektor minyak nabati dan bumbu dapur utama seperti bawang.
Selain beras, sektor minyak goreng juga menunjukkan grafik yang fluktuatif cenderung meningkat. Minyak goreng jenis curah di pasar-pasar tradisional mengalami kenaikan 0,73 persen menjadi Rp20.700 per kilogram.
Pola kenaikan ini diikuti oleh minyak goreng kemasan bermerek standar 1 dan 2, yang masing-masing mengalami penyesuaian harga ke angka Rp24.050 dan Rp23.200 per kilogram.
Deflasi pada Sektor Daging dan Hortikultura
Di sisi lain, angin segar berembus bagi konsumen seiring dengan melandainya harga pada sektor protein dan komoditas hortikultura (cabai). Penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai merah keriting yang anjlok hingga 12,61 persen menjadi Rp61.000 per kilogram.
Penurunan ini juga diikuti oleh cabai merah besar yang merosot ke angka Rp64.550 per kilogram, serta kelompok cabai rawit hijau dan merah yang masing-masing terkoreksi ke posisi Rp55.350 dan Rp75.700 per kilogram.
Untuk sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas premium terpantau turun 1,46 persen menjadi Rp148.500 per kilogram, sedangkan kualitas sekunder berada di harga Rp140.100 per kilogram. Daging dan telur ayam ras juga kompak mengalami penurunan, masing-masing menyentuh angka Rp38.150 dan Rp30.400 per kilogram.
Sebagai penutup tren pasar hari ini, sektor perbumbuan mencatat dinamika kontradiktif. Harga bawang merah ukuran sedang melonjak cukup tajam sebesar 6,99 persen menjadi Rp54.350 per kilogram. Sebaliknya, komoditas bawang putih hanya mengalami kenaikan marginal sebesar 0,52 persen, menempatkannya pada harga Rp38.850 per kilogram pada penutupan pasar akhir pekan ini.










