TVRINews – Jakarta
Mengapa Sektor Pariwisata Indonesia Bergantung pada Tenaga Perempuan
Sektor pariwisata Indonesia terbukti bertumpu pada kontribusi besar kaum perempuan, yang mendominasi lebih dari separuh total tenaga kerja di industri ini. Data dari UN Tourism mencatat bahwa 54 persen pekerja di bidang pariwisata global maupun nasional adalah perempuan.
Mereka mengisi berbagai lini penting, mulai dari pengelola desa wisata, pemilik homestay, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner dan kriya, hingga perajin dan pelestari tradisi lokal.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan mencakup hampir seluruh rantai nilai pariwisata. Keberadaan mereka tidak hanya sekadar menjalankan roda ekonomi, tetapi juga menjaga keaslian identitas budaya lokal yang menjadi daya tarik utama destinasi wisata Nusantara.
Kendati demikian, tantangan dalam hal kesetaraan dan kesempatan berkarier masih menjadi pekerjaan rumah. Wakil Menteri Pariwisata menyoroti bahwa dominasi tenaga kerja perempuan belum sepenuhnya diiringi dengan pemerataan kesempatan untuk menduduki posisi kepemimpinan atau memperoleh penghasilan yang setara, termasuk di sektor perhotelan.
"Masih ada anggapan bahwa tenaga kerja perempuan hanya berada pada posisi pelengkap. Padahal, tanpa keterlibatan aktif mereka, ekosistem pariwisata tidak akan dapat bergerak secara optimal," ujar Ni Luh lama resminya selasa 28 Juli 2026.
Sebagai langkah solutif, pemerintah mendorong kebijakan afirmatif guna membuka akses yang lebih luas bagi perempuan agar dapat menempati posisi strategis di industri pariwisata. Kebijakan ini dinilai esensial bukan sekadar untuk mencetak pemimpin perempuan baru, melainkan untuk mempercepat pembangunan pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan.









