TVRINews - Jakarta
Investor dalam negeri cenderung optimis meski dibayangi fluktuasi rupiah dan dinamika geopolitik Selat Hormuz.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan pertama Mei dengan performa impresif.
Pada perdagangan Senin 4 Mei 2026, bursa domestik melesat ke level 7.063 hingga pukul 09.20 WIB, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 107,17 poin atau setara 1,54 persen.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas pasar yang bergairah dengan volume transaksi mencapai 18,72 miliar lembar saham.
Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp5,34 triliun yang terakumulasi melalui 451.823 kali frekuensi perdagangan. Dominasi pasar terlihat jelas dengan 432 saham yang bergerak di zona hijau, sementara 176 saham terkoreksi dan 128 saham lainnya bergeming.
Sentimen Global dan Domestik
Penguatan hari ini dipicu oleh kombinasi sentimen positif dari pasar global dan ekspektasi terhadap fundamental ekonomi nasional.
Berdasarkan data yan dirilis CGS International Sekuritas Indonesia, bahwa performa positif Wall Street menjadi angin segar bagi kepercayaan diri investor di pasar Asia, termasuk Jakarta.
Meski demikian, pasar tetap dibayangi oleh kewaspadaan terkait dinamika geopolitik. Panin Sekuritas mencatat bahwa pelaku pasar masih memantau proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengenai akses Selat Hormuz.
Ketidakpastian ini, ditambah dengan arus modal keluar (capital outflow) dan fluktuasi nilai tukar Rupiah, diprediksi masih akan memberikan tekanan volatilitas.
Proyeksi Analis dan Fokus Data
Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada serangkaian data ekonomi krusial yang dijadwalkan rilis pekan ini. Fokus utama tertuju pada angka inflasi, neraca perdagangan, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026.
"Data tersebut akan menjadi kunci dalam menilai stabilitas makro, khususnya dalam meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya," tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi terbatas. Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa keberhasilan indeks untuk bertahan di atas level psikologis 7.000 akan menjadi penentu tren jangka pendek.
Jika konsisten di atas level tersebut, IHSG berpotensi menguji rentang 7.020 hingga 7.150. Namun, kegagalan mempertahankan posisi dapat membawa indeks kembali menguji area dukungan (support) di kisaran 6.750.










