TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan hasil negatif pada akhir perdagangan Rabu, 29 April 2026. Mata uang Garuda ditutup merosot dan semakin mendekati level psikologis baru di angka Rp17.300 per dolar AS.
Berdasarkan data market Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.275 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,38% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Tekanan terhadap mata uang kebanggaan Indonesia ini sebenarnya sudah terasa sejak pasar dibuka. Pada awal perdagangan pagi hari, rupiah langsung dibuka melemah 0,26% ke posisi Rp17.255 per dolar AS.
Sepanjang hari, fluktuasi tajam terjadi di pasar spot. Rupiah bahkan sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh titik terendahnya di level Rp17.335 per dolar AS, sebelum akhirnya sedikit menguat menjelang penutupan meski tetap berada di zona merah.
Indeks Dolar AS Menguat
Kondisi rupiah yang loyo berbanding terbalik dengan performa Greenback. Indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak perkasa di zona hijau. DXY berada di level 98,675 atau mengalami penguatan tipis sebesar 0,04%.
Pelemahan rupiah hari ini dinilai sebagai dampak dominan dari faktor eksternal. Sentimen global masih tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat.










