
Grafis: TVRINews.com
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Pasar Saham Menunggu Kepastian Kondisi Ekonomi Global yang Belum Menentu
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami fase konsolidasi atau bergerak mendatar (sideways) pada sesi perdagangan Rabu 29 April 2026.
Dinamika ini menyusul koreksi sebesar 0,48 persen yang membawa indeks parkir di level 7.072,3 pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sentimen negatif dari bursa regional Asia turut membayangi pergerakan domestik. Mayoritas indeks di kawasan Asia berakhir di zona merah, tertekan oleh ketidakpastian geopolitik yang masih menyelimuti kawasan Timur Tengah.
Fokus pasar saat ini tertuju pada dinamika diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait potensi pembukaan Selat Hormuz, yang hingga kini belum menemui titik terang di bawah pertimbangan Presiden Trump.
Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
Secara teknikal, indikator menunjukkan tekanan jual yang masih cukup kuat namun mulai terbatas. Mengutip hasil riset Phintraco Sekuritas, terdapat pembentukan histogram negatif pada indikator MACD yang terus berlanjut.
Meski demikian, indikator Stochastic RSI menunjukkan bahwa IHSG telah memasuki area jenuh jual (oversold).
“IHSG sempat mendekati celah bawah (gap down) di level 7.022 sebelum akhirnya ditutup pada posisi 7.072. Kami memprediksi indeks akan bergerak dalam rentang sideways di kisaran 7.000 hingga 7.200,” ungkap Phintraco Sekuritas dalam laporan risetnya, Rabu 29 April 2026
Kebijakan Moneter Global dan Data Ekonomi
Dari sisi global, Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,75 persen.
Keputusan ini selaras dengan ekspektasi pasar di tengah lonjakan harga energi dan risiko geopolitik. Menariknya, BoJ melakukan penyesuaian pada prospek makroekonomi dengan menaikkan proyeksi inflasi inti tahun fiskal 2026 menjadi 2,8 persen, sembari memangkas target pertumbuhan ekonomi menjadi 0,5 persen.
Para pelaku pasar kini dalam mode wait and see menanti rilis data penting dari berbagai belahan dunia, di antaranya:
• Zona Euro: Estimasi penurunan Economic Sentiment ke level 94 untuk periode April.
• Amerika Serikat: Fokus utama tertuju pada hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) serta pernyataan Ketua Federal Reserve terkait arah kebijakan moneter.
• Data Makro AS: Rilis data izin mendirikan bangunan (building permits), pesanan barang tahan lama (durable goods), serta laporan pertumbuhan PDB kuartal I-2026 yang dijadwalkan pekan ini.
Editor: Redaktur TVRINews
