TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan salah satu pelajaran terpenting dari perjalanan panjang perdagangan Indonesia yaitu diversifikasi. Saat ini, lingkungan global mengingatkan bahwa pertumbuhan di masa depan akan makin banyak berasal dari kawasan-kawasan berkembang dan koridor ekonomi baru.
Hal itulah mengapa Indonesia memandang Asia Tengah sebagai salah satu kawasan paling menjanjikan untuk kerja sama dan berkolaborasi di masa depan.
“Asia Tengah kini bukan sekadar kawasan di antara ekonomi-ekonomi besar. Kawasan ini menjadi pusat strategis yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Di dalam kawasan yang memainkan peran penting dalam perdagangan global tersebut, Uzbekistan muncul sebagai kisah sukses luar biasa. Reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Uzbekistan memperkuat kepercayaan investor, mendorong pengembangan industri, dan meningkatkan konektivitas regional. Berbagai pencapaian tersebut menjadikan Uzbekistan sebagai salah satu mitra ekonomi paling menarik di kawasan,” kata Roro, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia memaparkan bahwa perdagangan bilateral Indonesia-Uzbekistan terus menunjukkan tren positif dan terus bertumbuh. Bahkan di awal 2026, kedua negara secara resmi telah meluncurkan negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA).
Menurutnya, Indonesia melihat inisiatif ini bukan hanya sebagai perjanjian perdagangan, tetapi sebagai jembatan yang menghubungkan Asia Tenggara dan Asia Tengah. Jembatan yang dapat memfasilitasi perdagangan, menarik investasi, memperkuat rantai pasokan, mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
“Lebih penting lagi, hal ini dapat berkontribusi pada arsitektur ekonomi yang lebih tangguh dan terhubung,” ujar Roro.
Roro menyebutkan, kisah perdagangan global selalu berhubungan dengan konektivitas. Indonesia percaya bahwa konektivitas bisnis merupakan fondasi kerja sama ekonomi yang berkelanjutan. Perjanjian perdagangan dapat membuka pintu peluang, tetapi interaksi antarpelaku usahalah yang mengubah peluang menjadi hasil nyata.
Ia juga mengundang para pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam gelaran akbar Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 14—18 Oktober 2026. Melalui TEI, para pelaku usaha Uzbekistan dapat menjelajahi peluang baru, membangun kemitraan strategis, dan makin memperkuat hubungan ekonomi dengan para pelaku usaha dari negara lainnya.
“Ke depan, Indonesia tetap berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Uzbekistan dan semua mitra internasional untuk membangun masa depan yang lebih terhubung, lebih berkelanjutan, dan lebih inklusif. Bersama-sama, kita dapat mengubah ketidakpastian global menjadi peluang, menciptakan koridor pertumbuhan baru, dan membentuk masa depan di mana perdagangan berfungsi sebagai jembatan menuju kemakmuran, stabilitas, dan pembangunan,” pungkas Roro.










