TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai International Java Jazz Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri International Java Jazz Festival 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, festival musik berskala internasional seperti Java Jazz mampu menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
"Java Jazz menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi banyak pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui karya serta produk yang mereka hadirkan," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam kunjungannya, Riefky menyaksikan penampilan sejumlah musisi Indonesia sekaligus meninjau berbagai booth kuliner yang ramai dikunjungi pengunjung. Ia menilai ekosistem yang terbangun dalam Java Jazz telah melibatkan banyak subsektor ekonomi kreatif, mulai dari musik, kuliner, hingga jasa kreatif lainnya.
Menurutnya, dampak sebuah festival tidak hanya dirasakan oleh industri musik. Kehadiran ribuan pengunjung juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung seperti transportasi, akomodasi, dan usaha kreatif.
"Ketika ribuan orang hadir dalam sebuah festival, yang bergerak bukan hanya industri musik. Ada perputaran ekonomi yang dirasakan oleh banyak sektor sekaligus, mulai dari kuliner, transportasi, akomodasi, hingga jasa kreatif. Karena itu, festival seperti Java Jazz memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia," ucapnya.
Kemudian, Riefky juga menyoroti semakin meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah berbagai festival dan pertunjukan berskala global. Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan perkembangan kapasitas industri kreatif nasional yang semakin matang, baik dari sisi penyelenggaraan acara, tenaga kreatif, maupun infrastruktur pendukung.
International Java Jazz Festival 2026 yang digelar pada 29–31 Mei 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, merupakan salah satu festival musik terbesar di Indonesia. Diselenggarakan oleh Java Festival Production sejak 2005, festival ini secara konsisten menghadirkan musisi dalam dan luar negeri serta menjadi bagian penting dalam perkembangan industri musik nasional.
Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati area festival dinilai menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri musik sekaligus ekonomi kreatif Indonesia ke depan.










