TVRINews, Jakarta
Indonesia berhasil mencatat potensi transaksi senilai USD88,48 juta atau sekitar Rp1,55 triliun melalui rangkaian misi dagang di Shanghai, Tiongkok, serta partisipasi dalam pameran Salon International de l’Alimentation (SIAL) Shanghai 2026.
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan kemitraan Indonesia-Tiongkok yang sangat penting dan menjanjikan.
"Capaian ini makin meneguhkan posisi industri makanan dan minuman (mamin) sebagai salah satu sektor manufaktur terbesar di Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan perdagangan Indonesia," kata Roro, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Capaian tersebut antara lain berasal dari penandatanganan 12 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai total mencapai USD 60,34. Produknya meliputi sarang burung walet, buah tropis (salak, durian beku), rumput laut, teripang, kopi, vanila dan produk turunan kelapa (serat kelapa), keripik pisang, abon ikan, abon tuna, sambal ikan, keripik tempe keripik buah, dan gula aren.
Berikutnya, potensi transaksi dagang saat Pameran SIAL senilai USD 2,4 juta. Produk yang banyak diminati yaitu olahan kacang almond (irisan, bubuk, cacah, kupas) dan kelapa parut kering (dessicated coconut) untuk industri makanan dan minuman.
Lalu, potensi transaksi saat one-on-one business matching (penjajakan bisnis) senilai USD 25,89 juta. Produk yang banyak diminati mencakup rumput laut, kopi, lada hitam, gula aren, arang kelapa, cokelat bubuk, manggis, serta nanas kaleng dan jus nanas.










