
Foto: Emas Antam (Dok. PT Emas Aneka Tambang)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait fluktuasi harga emas yang saat ini tengah terjadi di Indonesia.
Menurutnya, pergerakan harga emas saat ini tidak disebabkan oleh penurunan kondisi perekonomian Indonesia, melainkan karena emas merupakan aset yang dianggap sebagai "safe haven."
"Emas itu safe haven. Kalau dolar turun, emas juga bisa naik. Jadi tidak hanya tergantung rupiah saja. Fundamental kita masih kuat," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Safe haven dalam dunia investasi merujuk pada aset yang dianggap stabil dan aman, bahkan di tengah gejolak ekonomi global.
Dimana, emas sering menjadi pilihan utama dalam kondisi seperti ini karena harganya cenderung naik saat nilai tukar mata uang atau pasar saham mengalami ketidakpastian.
Tak hanya itu, fenomena peningkatan permintaan emas ini terlihat di berbagai wilayah Indonesia, di mana masyarakat berbondong-bondong membeli emas batangan.
Lonjakan minat ini dipicu oleh harga emas yang terus mengalami kenaikan.
Lalu, pada Kamis, 17 April, harga emas Logam Mulia Antam 24 karat mencatatkan rekor baru, naik hingga Rp32.000, mencapai Rp1.975.000 per gram, dan mendekati angka Rp2 juta per gram.
Kenaikan harga emas ini juga dipengaruhi oleh kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang turut mempengaruhi pasar emas global.
Baca Juga: Airlangga Hartarto: Delegasi Korea Lakukan Investasi di Indonesia Total Capai Rp299 Triliun
Editor: Redaktur TVRINews
