
Airlangga Hartarto: Delegasi Korea Lakukan Investasi di Indonesia Total Capai Rp299 Triliun
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kunjungan delegasi Korea yang terdiri dari sekitar 19 pengusaha Korea, yang sebagian besar sudah berinvestasi di Indonesia.
"Jumlah investasi yang dilakukan oleh 19 perusahaan atau grup perusahaan tersebut totalnya hampir 15,4 miliar USD," ujarnya.
Selain itu, mereka juga berencana untuk menambah investasi sebesar 1,7 miliar USD, sehingga total investasi yang sudah dilaporkan dan dilaksanakan oleh para pengusaha tersebut mencapai Rp269 triliun dan akan ditambah lagi sebesar Rp30 triliun.
Beberapa perusahaan yang terlibat dalam investasi ini antara lain Lotte Chemical, yang rencananya akan diresmikan pada bulan Oktober-November 2025 sebagai bagian dari proyek pabrik petrokimia besar.
"Lotte Chemical menawarkan partisipasi Indonesia, dan Presiden Prabowo secara prinsip menyetujui Indonesia berpartisipasi dalam proyek tersebut," kata Airlangga.
Nantinya, Danantara memiliki tugas untuk melakukan kajian dan tindak lanjut dari investasi ini.
Selain itu, KB Financial yang menangani Bukopin juga melaporkan bahwa situasi sudah menguntungkan setelah empat tahun menangani bank tersebut.
"KB Financial melaporkan bahwa situasinya sudah profitable," jelas Airlangga.
Perwakilan dari Hyundai Motor juga hadir, dengan pernyataan bahwa operasi ritel mereka berjalan dengan baik.
"POSCO menyatakan bahwa mereka akan memasuki fase kedua proyek mereka yang bekerja sama dengan Krakatau Steel, dengan target produksi mencapai 10 juta ton," tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah perusahaan juga memberikan laporan terkait investasi mereka. ECOPRO, misalnya, telah berinvestasi hampir 500 juta USD di Morowali untuk pembangunan katoda preker dan smelter nikel.
Sementara itu, KCC Glass yang telah berinvestasi di Batang melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa mereka berencana untuk melakukan ekspansi.
"KCC Glass meminta agar harga gas domestik disesuaikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibahas dalam rapat dengan Presiden Prabowo," kata Airlangga.
Perusahaan LX International, yang bergerak di sektor batu bara dan nikel, juga berencana untuk terus meningkatkan investasi mereka hingga mencapai setengah miliar USD.
Beberapa perusahaan lain yang bergerak di sektor pertahanan, seperti Seongshan yang memproduksi amunisi, serta perusahaan yang bekerja pada Plasma Konvalesen, juga sedang membangun pabrik di Cikarang.
"Dengan adanya pabrik ini, diharapkan kebutuhan Indonesia terkait Plasma Konvalesen dapat terjaga," jelas Airlangga.
Korea juga mengapresiasi pertemuannya dengan Presiden Prabowo, yang berlangsung secara terbuka.
"Presiden mendengarkan satu persatu laporan dari para pengusaha dan memberikan apresiasi atas keterbukaan tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Delegasi Pengusaha Korea selatan, Sinyal Besar Investasi Baru
Editor: Redaktur TVRINews
