TVRINews, Jakarta
Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan harga pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sejumlah jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga pada bulan tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, perubahan harga BBM nonsubsidi menjadi salah satu peristiwa penting yang dapat memengaruhi indikator harga sepanjang September 2026.
“Pertamax Turbo mengalami kenaikan sekitar 7%, Dexlite mengalami kenaikan 20% dan juga Pertamina Dex mengalami kenaikan sekitar 19%,” ujar Ateng dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 1 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 0,30 persen secara bulanan. Sementara itu, secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi mencapai 3,28 persen.
Dilihat berdasarkan komponen, kelompok harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi pada September 2026, meskipun berada pada tingkat sangat rendah atau mendekati nol. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen tersebut adalah bensin, sedangkan tarif angkutan udara memberikan andil deflasi.
Sementara secara tahunan, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,25 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,63 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil antara lain bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.
BPS juga mencatat, inflasi September 2026 terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,88 persen dengan andil 0,26 persen. Selain itu, komponen harga bergejolak mengalami inflasi 1,46 persen dengan andil terbesar, yakni 0,24 persen.










