
Foto: TVRINews.com/FY
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Gencatan Senjata Rapuh, Minyak Kembali Memanas
Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat 10 April 2026. Meski indeks bergerak menguat, bayang-bayang ketegangan di Timur Tengah masih menyelimuti psikologi investor. Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tetap berada di titik nadir, menjaga kecemasan pasar tetap tinggi.
Korea Selatan dan Jepang Memimpin
Bursa Seoul tampil sebagai motor penggerak utama di kawasan. Indeks Kospi melesat 1,68%, diikuti oleh Kosdaq yang tumbuh 1,14%. Sentimen positif juga menjalar ke Tokyo, di mana Nikkei 225 terangkat 1,65%.
Namun, penguatan ini tidak terjadi secara merata; indeks S&P/ASX 200 Australia justru terkoreksi 0,51%, mencerminkan sikap kehati-hatian investor di sektor komoditas.
Stabilitas Selat Hormuz Jadi Pertaruhan
Kenaikan indeks saham hari ini kontras dengan kondisi geopolitik yang masih rapuh. Meski gencatan senjata dua pekan telah diumumkan, lalu lintas di Selat Hormuz jalur nadi energi dunia dilaporkan masih sangat terbatas. Jalur pelayaran ini sempat lumpuh total akibat konflik yang pecah sebulan terakhir.
Teheran sebelumnya memberikan sinyal akan memulihkan akses selat jika seluruh agresi terhadap wilayahnya dihentikan. Walau Presiden AS Donald Trump telah menginstruksikan penghentian serangan pada Selasa 7 April 2026 lalu, retorika keras tetap berlanjut.
Trump memperingatkan Iran untuk tidak memungut biaya dari kapal tanker yang melintas. Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding Washington telah mengkhianati butir-butir kesepakatan.
Respons Minyak dan Cadangan Energi
Kegelisahan pasar tercermin jelas pada pergerakan harga komoditas. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merangkak naik 0,69% ke level US98,55 per barel, setelah sempat menembus angka psikologis US100. Minyak mentah jenis Brent juga terkerek 0,91% ke posisi US$95,92 per barel. Menghadapi ketidakpastian ini, Jepang mengambil langkah preventif.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan bahwa Negeri Sakura akan melepas cadangan minyak setara 20 hari kebutuhan nasional mulai Mei mendatang. Saat ini, Jepang tercatat memiliki ketahanan cadangan energi hingga 230 hari.
Wall Street Beri Sinyal Positif
Sentimen hijau di Asia tak lepas dari performa Wall Street semalam. Indeks S&P 500 naik 0,62%, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,83%. Dow Jones melonjak lebih dari 275 poin, yang secara teknis membawa indeks berlogo biru tersebut kembali ke zona positif sepanjang tahun berjalan (year-to-date) dengan kenaikan tipis 0,25%.
Meski layar bursa didominasi warna hijau pagi ini, para analis menilai pasar belum benar-benar pulih. Selama ancaman di Selat Hormuz belum sepenuhnya hilang, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan terus menghantui lantai bursa global.
Editor: Redaksi TVRINews
