
Pemerintah Menetapkan Outlook Terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pemerintah bersama DPR resmi merombak postur APBN 2025, menyesuaikan dengan dinamika ekonomi global dan tantangan domestik. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dipangkas, sementara defisit anggaran melebar signifikan.
Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menyepakati outlook pembaruan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat kerja yang digelar pada Kamis, 3 Juli 2025, dipimpin oleh Ketua Banggar Said Abdullah bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Dalam paparan terbarunya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pemerintah menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi nasional 2025 ke rentang 4,7%–5%. Angka ini turun dari asumsi sebelumnya yang dipatok sebesar 5,2%.
"Kami akan terus menjaga secara hati-hati APBN 2025. Kita melihat pelaksanaannya APBN 2025 sangat menantang karena lingkungan yang berubah sangat dinamis dan juga karena ada prioritas-prioritas baru dari Presiden yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja ekonomi, dan meningkatkan pertahanan, dan ketahanan negara kita," ujar Sri Mulyani.
Selain pertumbuhan ekonomi, perubahan asumsi dasar makro lainnya meliputi nilai tukar rupiah yang diperkirakan berada di kisaran Rp 16.300–Rp 16.800 per dolar AS hingga akhir 2025. Sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) diproyeksikan sebesar 6,8%–7,3%.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan APBN diperkirakan meningkat menjadi Rp 662 triliun, naik dari proyeksi sebelumnya Rp 616,2 triliun. Kenaikan ini disebabkan oleh pelebaran defisit anggaran ke 2,78% dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibanding asumsi awal 2,53%.
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2025 Terbaru:
* Pertumbuhan ekonomi: 4,7%–5% (sebelumnya 5,2%)
* Inflasi: 2,2%–2,6% (sebelumnya 2,5%)
* Suku bunga SUN 10 tahun: 6,8%–7,3% (sebelumnya 7%)
* Nilai tukar: Rp 16.300–Rp 16.800/US\$ (sebelumnya Rp 16.000/US\$)
* Harga ICP: US\$ 68–82/barel (sebelumnya US\$ 82/barel)
* Lifting minyak: 593–597 ribu barel/hari (sebelumnya 606 ribu)
* Lifting gas: 976–980 ribu setara barel/hari (sebelumnya 1,05 juta)
Outlook APBN 2025:
A. Pendapatan negara: Rp 2.865,5 triliun (turun dari Rp 3.005,1 triliun)
* Penerimaan perpajakan: Rp 2.387,3 triliun
* PNBP: Rp 477,2 triliun
B. Belanja negara: Rp 3.527,5 triliun (sebelumnya Rp 3.621,3 triliun)
* Belanja pemerintah pusat: Rp 2.663,4 triliun
* Transfer ke daerah: Rp 864,1 triliun
C. Defisit anggaran: Rp 662 triliun atau 2,78% PDB (naik dari Rp 616,2 triliun atau 2,53%)
D. Pembiayaan anggaran: Rp 662 triliun.
Editor: Redaksi TVRINews
