
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Momentum Ramadan mendorong pertumbuhan sektor hospitality di berbagai daerah. Bulan suci dimanfaatkan pelaku industri perhotelan untuk meningkatkan okupansi kamar serta penjualan makanan dan minuman. Sejumlah hotel menghadirkan program tematik Ramadan yang berlangsung sepanjang Februari hingga Maret 2026.
Program tersebut mencakup potongan harga kamar, paket menginap dengan fasilitas sahur dan berbuka puasa, paket iftar bersama, hingga hampers Ramadan. Salah satu jaringan hotel nasional, Archipelago, menjalankan kampanye bertajuk “Blessings of Ramadan” di ratusan unit hotel yang dikelolanya. Program ini berlangsung pada periode pemesanan 20 Februari–22 Maret 2026 dengan masa menginap hingga 31 Maret 2026.
Diskon kamar hingga 30 persen tersedia di lebih dari seratus hotel. Selain itu, puluhan hotel menyiapkan paket kamar Ramadan yang terintegrasi dengan layanan sahur dan berbuka. Paket iftar juga digelar di banyak lokasi dengan variasi menu untuk keluarga, komunitas, dan kalangan korporasi. Sejumlah hotel turut menawarkan hampers Ramadan untuk kebutuhan berbagi.
“Ramadan merupakan momen yang sarat dengan kebersamaan dan makna. Melalui program Blessings of Ramadan, Archipelago menghadirkan rangkaian penawaran yang dirancang untuk mendukung kebutuhan tamu selama bulan suci, mulai dari pengalaman menginap hingga momen berbuka dan berbagi,” ujar Chris Legaspi, Chief Commercial Officer Archipelago, dalam keterangan yang diterima Redaksi, Jumat, 20 Februari 2026.
Program musiman seperti ini dinilai efektif menjaga tingkat hunian pada periode Ramadan sekaligus memperkuat penjualan sektor makanan dan minuman. Skema promosi terintegrasi antara kamar dan layanan kuliner memberi nilai tambah bagi konsumen yang ingin mengisi Ramadan dengan kegiatan bersama keluarga maupun rekan kerja.
“Kami berharap kehadiran program ini dapat memberikan kenyamanan bagi para tamu untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, sekaligus menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang relevan dan bernilai bagi setiap tamu,” ujar Chris Legaspi.
Pelaku industri optimistis tren positif ini akan menjaga stabilitas kinerja perhotelan selama Ramadan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan di sektor kuliner dan layanan penunjang lainnya.
Editor: Redaktur TVRINews
