
Sumber: Kemenkeu Foto/Biro KLI - Andi Al Hakim
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia justru dinilai mampu menunjukkan kinerja yang solid. Fundamental ekonomi yang kuat serta kebijakan yang dinilai kredibel membuat Indonesia dipandang sebagai salah satu titik terang bagi investor dunia.
Pandangan positif tersebut mengemuka dalam sejumlah pertemuan yang dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan investor besar di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Dalam agenda itu, para investor disebut menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Sumber: Kemenkeu Foto/Biro KLI - Andi Al Hakim
“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan terhadap Indonesia dapat diklarifikasi,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York
Menurut Purbaya, pada dasarnya para investor tidak meragukan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia. Namun, mereka tetap ingin memperoleh gambaran langsung terkait kondisi terkini, terutama di tengah beredarnya berbagai isu negatif mengenai fiskal.
“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa, dan karena mereka orang yang memahami, mereka dapat menerima bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan teori-teori ekonomi,” imbuhnya.
Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga datang dari Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Dalam pertemuan IMF Spring Meetings, Indonesia bahkan disebut sebagai salah satu “cahaya” dalam perekonomian global.
Penilaian tersebut didasarkan pada kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai solid.
Selain itu, disiplin fiskal yang konsisten juga menjadi perhatian utama, terutama dalam menjaga defisit tetap di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
“IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal,” tulis Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono dalam keterangannya.
Bank Indonesia turut menegaskan bahwa kondisi ekonomi domestik masih berada pada jalur yang positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta fungsi intermediasi perbankan yang terus mengalami perbaikan.
“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik,” kata dia.
Selain itu, bauran kebijakan yang diterapkan dinilai semakin terintegrasi. Kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial diarahkan untuk mendorong pertumbuhan.
Di sisi lain, penguatan sistem pembayaran juga terus dilakukan guna mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia diyakini akan semakin memperkuat kepercayaan investor, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar, likuiditas, serta disiplin fiskal.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai tidak hanya mampu menghadapi tekanan global, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tujuan utama investasi dunia.
“Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global,” pungkas Anton.
Editor: Redaktur TVRINews
