Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar Workshop Penulisan sebagai bagian dari program Ramadan Kreatif guna memperkuat literasi perempuan sekaligus mendorong pengembangan talenta di sektor ekonomi kreatif.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu, menegaskan bahwa literasi dan kepenulisan merupakan fondasi penting dalam ekonomi kreatif yang bertumpu pada ide dan kreativitas.
"Data International Publishers Association menunjukkan lebih dari 50 persen pemimpin penerbitan di Inggris adalah perempuan, dan di Amerika Serikat sekitar tiga perempat tenaga kerja sektor ini juga perempuan. Ini membuktikan bahwa kepenulisan adalah ruang strategis kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan," ujar Agustini dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi di lingkungan keluarga yang turut menentukan kualitas generasi mendatang. Selain berdampak sosial, aktivitas menulis juga memiliki nilai ekonomi yang semakin relevan di era digital sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.
Kemudian, Agustini juga menyebutkan bahwa subsektor penerbitan dan fotografi menjadi salah satu prioritas pengembangan Kementerian Ekraf.
Pemerintah menargetkan pembinaan sekitar 4.000 talenta di subsektor tersebut hingga 2029 sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia ekonomi kreatif nasional.
Sementara itu, Ketua DWP Kementerian Ekraf, Siti Nurjanah Cecep Rukendi, mengatakan menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan sarana untuk meninggalkan jejak gagasan dan nilai.
Ia berharap workshop ini dapat mendorong peserta untuk berani memulai dan konsisten berkarya, seiring berkembangnya industri kreatif yang membutuhkan narasi kuat untuk berbagai produk kreatif seperti film, animasi, komik hingga gim.
"Melalui tulisan, kita bisa berbagi pengalaman dan menginspirasi banyak orang. Cerita pendek menjadi pintu masuk yang efektif untuk mulai menulis karena mampu menyampaikan makna secara ringkas namun kuat," kata Siti.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekraf bersama Dharma Wanita Persatuan berharap dapat melahirkan lebih banyak penulis perempuan yang tidak hanya memperkuat budaya literasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dan penguatan ekosistem kreatif Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
