Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, jakarta
Wakil presiden Ma’ruf Amin membuka secara Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2024. Dalam sambutannya, wapres menyatakan kondisi perekonomian global dewasa ini menunjukkan perkembangan yang lebih bervariasi. Namun, wapres mengaku bangga. Saat pertumbuhan ekonomi kebanyakan negara maju terus merosot, sebagian negara lainnya termasuk Indonesia justru mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang baik.
“ Pada saat yang sama, agenda-agenda strategis yang akan membentuk wajah dunia di masa mendatang juga masih berjalan. Negara-negara terus bergulat dengan penguasaan teknologi artifisial, percepatan transisi energi, serta berbagai ikhtiar guna mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.” Ujar wapres.
Meski gejolak perekonomian global akibat tekanan inflasi, fluktuasi harga komoditas, maupun fragmentasi geopolitik, menuntut antisipasi serta respons kebijakan yang fleksibel, terukur, sekaligus andal, khususnya di bidang fiskal dan moneter, Secara keseluruhan, tahun 2024 masih menunjukkan tanda-tanda optimisme. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2023 mencapai hampir 5% (year-on-year).
“jika mengaca pada kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2023, maka kita pun sepantasnya optimis. Selain stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif nampak dari meningkatnya aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel. Investor ritel pasar modal yang kini mencapai 12 juta lebih, mengindikasikan adanya partisipasi masyarakat yang kian baik.” Kata wapres.
Berbagai prestasi bursa efek juga diharapkan memberi suntikan optimisme yang lebih besar lagi, bagi pelaku pasar modal maupun masyarakat luas. Dengan eksekusi strategi dan kebijakan yang tepat, wapres meyakini pasar modal Indonesia mampu berkinerja lebih cerah.
Wapres juga menambahkan Keberhasilan kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak terlepas dari sinergi semua pemangku kepentingan dan lembaga otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui peningkatan kualitas produk dan layanan, serta penguatan ekosistem pasar modal Indonesia.
Ada tiga hal penting dalam rangka memajukan pasar modal Indonesia menurut wapres yaitu, Pertama, peningkatan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kepada para investor di pasar modal. Kedua, optimalisasi dan pengembangan potensi pembiayaan melalui pasar modal dengan peningkatan literasi kepada masyarakat. Untuk itu, BEI diminta tidak terjebak dalam zona nyaman, tapi membuat terobosan agar UKM bisa memperoleh akses pembiayaan dari pasar modal.
Ketiga, perluas jejaring dan sinergi pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan perdagangan saham di BEI.
“ BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) dengan dukungan OJK agar mempertahankan operasional perdagangan secara maksimal, serta terus menciptakan ekosistem pasar modal yang kondusif dan menarik bagi investor lokal maupun asing” ujarnya.
Wapres juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OJK, BEI, beserta segenap pemangku kepentingan pasar modal Indonesia atas pencapaian kinerja yang tinggi. Wapres berpesan, faktor-faktor global yang berpotensi mendatangkan risiko terhadap perekonomian Indonesia, termasuk bursa efek, sepatutnya terus cermati dan navigasi dengan tepat.
Baca Juga: Menparekraf Luncurkan Jurnal Kepariwisataan Indonesia Volume 17 Edisi ke-2 Bulan Desember 2023
Editor: Redaktur TVRINews
