
Grafis: TVRINews.com
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Indeks ditutup pada level terendah harian seiring meningkatnya volume penjualan di sektor perbankan dan energi.
Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan aksi jual yang signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah, terdepresiasi sebesar 0,32% ke level 7.106,52 pada perdagangan Selasa 28 April 2026.
Pergerakan indeks menunjukkan volatilitas tinggi sepanjang hari. Meskipun sempat menyentuh level tertinggi di 7.230,03 pada sesi pagi, sentimen negatif meredam penguatan tersebut hingga mendorong IHSG parkir di posisi terendahnya saat lonceng penutupan berbunyi.
Analisis Sektoral dan Volume Pasar
Laju pelemahan indeks utamanya dipicu oleh koreksi pada tiga sektor krusial. Sektor energi memimpin penurunan dengan kontraksi sebesar 1,2%, disusul sektor perindustrian yang merosot 1,1%. Sementara itu, sektor keuangan yang menjadi tulang punggung pasar modal juga turut tertekan tipis sebesar 0,01%.
Data perdagangan mencatat aktivitas pasar yang sangat dinamis dengan dominasi posisi jual:
• Total Volume: 33,17 miliar lembar saham.
• Nilai Transaksi: Mencapai Rp16,57 triliun.
• Frekuensi: Terjadi sebanyak 2,2 juta kali transaksi.
Secara keseluruhan, peta kekuatan pasar menunjukkan 264 saham mengalami pelemahan, sementara 408 saham masih mampu mencatatkan penguatan. Sebanyak 147 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Editor: Redaktur TVRINews
