
Ilustrasi Grafis: TVRINews.com
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Daging Sapi dan Minyak Goreng Menanjak, Komoditas Hortikultura Justru Melandai
Dinamika harga pangan di pasar domestik Indonesia menunjukkan tren yang bervariasi pada akhir pekan ketiga April.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Minggu 19 April 2026, terjadi fluktuasi signifikan pada sejumlah komoditas utama, di mana kelompok protein dan minyak goreng mencatatkan kenaikan, sementara komoditas hortikultura mulai mengalami kontraksi harga.
Kenaikan harga yang cukup menonjol terlihat pada sektor daging sapi dan minyak goreng.
Harga daging sapi kualitas I terpantau merangkak naik secara mingguan menjadi Rp147.700 per kilogram.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas minyak goreng, di mana varian curah naik menjadi Rp20.300 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerek II mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp300, menempatkannya di posisi Rp22.650 per kilogram.
Di sektor sereal, seluruh kategori beras kualitas medium hingga super melaporkan kenaikan tipis di kisaran Rp50 hingga Rp100 per kilogram.
Hal ini mencerminkan tekanan pasokan yang masih terjadi di tingkat distributor maupun retail.
Namun, di tengah tren penguatan harga tersebut, pemerintah mengeklaim kebijakan intervensi pasar mulai membuahkan hasil, khususnya pada stabilitas harga minyak goreng rakyat melalui program Domestic Market Obligation (DMO).
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kewajiban distribusi minimal 35% melalui BUMN Pangan telah menjadi instrumen efektif dalam meredam gejolak harga.
Hingga pertengahan April, realisasi distribusi DMO bahkan telah menyentuh angka 49,45%, melampaui target yang ditetapkan dalam regulasi terbaru.
"Kebijakan DMO minimal 35% melalui BUMN Pangan terbukti efektif menjaga ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga Minyakita di pasar," ujar Budi dalam keterangan resmi Mendag.
Ia menambahkan bahwa mekanisme distribusi yang berjalan optimal ini secara bertahap mampu menurunkan rata-rata harga nasional Minyakita dibandingkan periode akhir tahun lalu.
Kontras dengan kenaikan pada komoditas pokok di atas, sektor hortikultura dan protein unggas justru menunjukkan sinyal deflasi.
Harga berbagai jenis cabai dilaporkan melandai, dengan penurunan terdalam pada cabai merah keriting yang menyentuh angka Rp45.250 per kilogram.
Kelompok bawang dan protein hewani lainnya juga memberikan angin segar bagi konsumen. Bawang merah ukuran sedang turun signifikan sebesar Rp1.200 menjadi Rp46.150 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras segar dan telur ayam ras masing-masing terkoreksi ke level Rp40.400 dan Rp32.300 per kilogram.
Para analis pasar menilai pergerakan harga yang beragam ini merupakan refleksi dari normalisasi rantai pasok pasca-puncak konsumsi musim tertentu,
meski pengawasan ketat terhadap komoditas impor seperti gula dan minyak goreng tetap diperlukan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Editor: Redaktur TVRINews
