
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Tangkap Layar Youtube Setpres)
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) berpotensi memberikan penghematan signifikan terhadap anggaran negara.
"Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," kata Airlangga dalam konferensi pers yang digelar virtual, Selasa, 31 Maret 2026.
Selain itu, Airlangga menyebut masyarakat juga berpotensi menghemat pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar.
"Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik di instansi pusat maupun daerah.
Airlangga menuturkan kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
"Kebijakan ini akan mulai berlaku 1 April dan akan dilakukan evaluasi setelah 2 bulan pelaksanaan dan pengaturan teknis," tuturnya.
Namun demikian, terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH dan tetap diwajibkan bekerja dari kantor maupun lapangan.
Sektor tersebut meliputi layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan, serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, hingga keuangan.
Editor: Redaktur TVRINews
