
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Pertumbuhan Kredit Perbankan Ditargetkan Mencapai 12 Persen di Tengah Optimisme Ekonomi Nasional
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan optimismenya terhadap stabilitas dan pertumbuhan sektor jasa keuangan nasional sepanjang tahun 2026.
Dalam proyeksi terbaru, otoritas memprediksi penguatan kinerja akan terjadi di berbagai lini, mulai dari perbankan hingga industri keuangan non-bank.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa tren positif yang telah terbentuk diperkirakan akan terus berlanjut.
Menurutnya, keyakinan ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap peluang pasar serta efektivitas kebijakan yang telah diimplementasikan.
"Kami memandang kinerja sektor jasa keuangan pada 2026 akan tetap terjaga di jalur pertumbuhan.
Hal ini didorong oleh sinergi antara tantangan global yang terkendali dan kebijakan strategis yang terus kami perkuat," ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Jumat 6 februari 2026.
Perbankan dan Pasar Modal Jadi Penopang
Sektor perbankan diprediksi tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi. OJK memproyeksikan penyaluran kredit akan tumbuh di kisaran 10 hingga 12 persen secara tahunan
(year on year/yoy). Angka ini didukung oleh likuiditas yang terjaga, di mana Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan meningkat sebesar 7 hingga 9 persen.
Di sisi lain, pasar modal Indonesia juga membidik target yang ambisius. OJK menargetkan penghimpunan dana di lantai bursa dapat menyentuh angka Rp250 triliun pada tahun ini.
Selain itu, digitalisasi keuangan menunjukkan perkembangan signifikan dengan proyeksi permintaan innovative credit scoring yang diperkirakan mencapai 200 juta permintaan.
Ekspansi Industri Keuangan Non-Bank
Pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada perbankan. Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga menunjukkan indikator penguatan yang stabil:
• Dana Pensiun : Aset diproyeksikan melonjak antara 10 hingga 12 persen.
• Asuransi & Penjaminan : Program asuransi diperkirakan tumbuh 5-7 persen, sementara aset program penjaminan mencatat potensi kenaikan tertinggi di angka 14-16 persen.
• Pembiayaan : Piutang perusahaan pembiayaan (finance) diprediksi akan ekspansi di level 6-8 persen.
OJK menegaskan bahwa meski proyeksi terlihat menjanjikan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat untuk memitigasi risiko ketidakpastian ekonomi global.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi bersifat berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
