Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia memperkuat kerja sama bilateral dengan Kementerian Kebudayaan Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan inovasi.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan hubungan Indonesia dan Arab Saudi selama ini telah terjalin erat, tidak hanya melalui kerja sama diplomatik, tetapi juga dilandasi nilai spiritual, sejarah, serta interaksi masyarakat yang kuat.
"Suatu kehormatan besar bagi kami untuk menyambut Yang Mulia Pangeran beserta delegasi di Jakarta. Hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melampaui diplomasi formal, berakar pada nilai spiritual, sejarah bersama, serta persaudaraan lintas generasi," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 16 April 2026.
Riefky menegaskan, sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu pilar strategis yang diandalkan kedua negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Indonesia sendiri memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang terus dikembangkan dengan memadukan kekayaan budaya dan inovasi modern.
"Ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pendukung, tetapi menjadi penggerak masa depan. Perpaduan warisan budaya dan inovasi diyakini mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara," jelasnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Selasa 14 April 2026, kedua pihak mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama, di antaranya partisipasi dalam World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran talenta dan teknologi, serta penguatan perlindungan kekayaan intelektual.
Selain itu, Arab Saudi juga didorong untuk berpartisipasi dalam Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 yang akan digelar di Jakarta.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Indonesia serta menegaskan komitmen untuk memperluas kolaborasi lintas sektor kreatif.
"Kami menantikan penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk Expo, haji, gim, dan kekayaan intelektual. Kami juga menyambut undangan untuk berpartisipasi dalam forum global di Jakarta," kata Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud.
Ia juga menyoroti potensi kerja sama di sektor film, fesyen, dan pengembangan talenta. Ia mengungkapkan bahwa Arab Saudi saat ini tengah mengembangkan industri film secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga distribusi, dengan dukungan insentif yang kompetitif.
"Kami membuka peluang kerja sama produksi film dengan insentif hingga 60–65 persen dari biaya produksi. Selain itu, kami juga memperkuat ekosistem kekayaan intelektual dan mendorong pengembangan merek lokal melalui berbagai inisiatif," ucapnya.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah "Saudi 100 Brands" yang berfokus pada akselerasi desainer lokal, serta pengembangan fesyen berkelanjutan, termasuk inovasi ihram ramah lingkungan.
Kerja sama ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat global.
Editor: Redaktur TVRINews
