
Foto: Ilustrasi TVRINews.com By. FY
Penulis: Fityan
TVRINews -Jakarta
Satu hari jelang lebaran, komoditas cabai merah melambung hingga 90 persen di pasar tradisional.
Tekanan inflasi pada sektor pangan meningkat tajam hanya satu hari menjelang perayaan Idulfitri 2026.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Jumat 10 Maret 2026, harga seluruh komoditas utama di pasar tradisional tercatat mengalami lonjakan serentak secara nasional.
Laporan yang dirilis pukul 09.25 WIB tersebut menunjukkan volatilitas yang luar biasa, terutama pada kelompok hortikultura.
Harga rata-rata cabai merah besar meroket hingga 90,16%, menyentuh angka Rp91.750 per kilogram. Lonjakan serupa terjadi pada cabai merah keriting dan cabai rawit merah, di mana nama terakhir kini dibanderol melampaui ambang psikologis Rp130.000 per kilogram.
Dinamika Harga Bahan Pokok
Sektor pangan pokok juga tidak luput dari tren kenaikan. Beras, sebagai konsumsi utama masyarakat, mengalami penyesuaian harga di kisaran 19% hingga 22% untuk seluruh kategori. Beras kualitas super kini dipasarkan di atas Rp20.000 per kilogram,
Sementara beras kualitas bawah pun mengalami kenaikan yang membebani daya beli masyarakat di lapisan bawah.
Kenaikan ini meluas ke protein hewani dan kebutuhan dapur lainnya:
• Daging Sapi: Kualitas premium kini mencapai rata-rata Rp168.650 per kilogram.
• Daging Ayam & Telur : Mengalami kenaikan harian masing-masing sebesar 19,95% dan 23,82%.
• Minyak Goreng & Gula: Mengikuti tren serupa dengan kenaikan harga antara 11% hingga 33%.
Respons Pemerintah
Kondisi pasar saat ini kontras dengan pernyataan otoritas terkait ketersediaan stok nasional. Di tengah fluktuasi harga yang tajam, pemerintah menegaskan bahwa cadangan pangan tetap berada pada level yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode hari raya.
"Secara umum, pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi sepanjang bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri," ujar Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, dalam keterangannya tertulisny Diaman Bapanas.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan pemantauan intensif untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Meski demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa permintaan yang memuncak di penghujung Ramadan tetap menjadi motor utama pendorong harga ke level tertinggi tahun ini.
Editor: Redaksi TVRINews
