
Foto: Ilustrasi
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Laju indeks domestik didorong sentimen positif kebijakan tarif AS dan perbaikan data moneter nasional.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa 24 Februari 2026, setelah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,5 persen ke posisi 8.396 pada penutupan sebelumnya.
Optimisme pasar meningkat seiring kombinasi faktor global terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan indikator ekonomi domestik yang menunjukkan penguatan.
Sentimen Kebijakan Global dan Domestik
Laporan riset dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa pelaku pasar merespons positif keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan pemberlakuan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.
Meski Trump kemudian mengisyaratkan rencana tarif global baru sebesar 15 persen, investor cenderung melihat ini sebagai peluang yang lebih moderat.
Harapan muncul agar kesepakatan dagang AS-Indonesia yang diteken pekan lalu dapat ditinjau kembali. Pasalnya, tarif dalam perjanjian tersebut mencapai 19 persen, lebih tinggi dibandingkan usulan tarif global terbaru.
Di sisi lain, bursa domestik mendapat angin segar dari kabar disetujuinya proposal Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK oleh MSCI.
Kondisi ini diperkuat dengan posisi Rupiah yang menguat ke level Rp16.802 per dolar AS pada perdagangan Senin kemarin.
Akselerasi Pertumbuhan Moneter
Dari sisi makroekonomi, data pasokan uang dalam arti luas (M2) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sehat.
Tercatat pada Januari 2026, M2 tumbuh 10 persen secara tahunan (YoY), meningkat dari pertumbuhan 9,6 persen pada Desember 2025. Peningkatan likuiditas ini memberikan sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional.
Analisis Teknikal dan Proyeksi
Secara teknis, indikator MACD menunjukkan pergerakan di zona positif yang didukung oleh volume beli yang solid. Meski demikian, investor patut mencermati indikator Stochastic RSI yang mulai melambat dan memasuki area jenuh beli (overbought).
"IHSG saat ini bertahan di atas garis Moving Average 20 (MA20). Kami melihat adanya peluang bagi indeks untuk menguji rentang 8.450 hingga 8.500, dengan catatan indeks mampu bertahan secara stabil di atas level psikologis 8.400," tulis tim analis Phintraco Sekuritas dalam keterangannya.
Performa positif ini sejalan dengan mayoritas bursa di kawasan Asia yang juga ditutup menguat di tengah ketidakpastian kebijakan tarif global.
Untuk perdagangan hari ini, beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain:
• BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
• BRPT (Barito Pacific)
• UNVR (Unilever Indonesia)
• ESSA (Surya Esa Perkasa)
• TINS (Timah)
Editor: Redaksi TVRINews
