
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, di tengah perhatian investor yang tertuju pada keputusan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) serta perkembangan geopolitik antara AS dan Iran.
Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,39 persen atau 65 poin menjadi Rp16.842 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS menguat 0,06 persen ke level 97,67.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melalui kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat rupiah berada di posisi Rp16.826 per dolar AS.
*Pergerakan Mata Uang Asia dan Dunia*
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang relatif bervariasi. Yen Jepang melemah 0,11 persen, diikuti baht Thailand yang turun 0,09 persen.
Sementara itu, yuan China menguat 0,05 persen dan peso Filipina naik 0,44 persen. Won Korea Selatan melemah 0,31 persen, dolar Singapura turun tipis 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong justru menguat 0,01 persen.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju sebagian besar berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris turun 0,25 persen, dan franc Swiss melemah 0,05 persen. Dolar Australia juga melemah 0,20 persen, sedangkan dolar Kanada turun 0,12 persen.
Pelemahan Rupiah Dipicu Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terjadi meski pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2025 tercatat 5,11 persen. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan, tetapi masih di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen sepanjang 2025.
“Rupiah ditutup melemah lebih lanjut terhadap dolar AS setelah data PDB yang dirilis siang tadi, meski pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan namun masih di bawah target pemerintah 5,2 persen. Hal ini memicu meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia,” ujar Lukman, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia dan keputusan The Fed menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini.
Editor: Redaktur TVRINews
