
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam (TVRINews/HO-Kemenekraf)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi meluncurkan program beasiswa pelatihan Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 guna mencetak talenta digital yang mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Program BDT 2026 dirancang sebagai pelatihan digital intensif multilevel yang mengombinasikan kemampuan teknis (hard skill) dan interpersonal (soft skill) berbasis kurikulum industri global. Pembelajaran dilakukan secara daring melalui platform Dicoding dengan sistem self-paced learning.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan program ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kesenjangan keterampilan (skill gap) dan kebutuhan talenta digital di industri.
"Program Badan Ekraf Digital Talent dirancang untuk memastikan peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi, termasuk AI. Kami ingin menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital yang kompeten," ujar Neil dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 15 April 2026.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan upaya pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
BDT 2026 mengusung tema "Productivity with AI Bootcamp" yang menekankan penguatan kemampuan talenta dalam memanfaatkan AI untuk efisiensi dan produktivitas kerja.
Mengacu pada Buku Putih Peta Jalan AI Nasional 2025, sebanyak 36 persen SDM Indonesia masih membutuhkan pelatihan baru, dengan rincian 30 persen perlu peningkatan keterampilan (upskilling) dan 22 persen memerlukan pelatihan ulang (reskilling).
Sementara itu, CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, menyampaikan kolaborasi dengan Ekraf telah berlangsung sejak 2016 dan menghasilkan dampak signifikan, termasuk nilai ekonomi mencapai Rp306 miliar serta lebih dari 215 ribu talenta digital yang telah dilatih.
"Sebanyak 86 persen developer sudah menggunakan AI dan 94 persen di antaranya merasakan peningkatan produktivitas. Ini menunjukkan pentingnya penguasaan AI dalam dunia kerja saat ini," kata Narendra.
Program BDT 2026 akan membuka pendaftaran bagi 2.200 peserta. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan AI untuk produktivitas, pemilihan tools yang tepat, teknik prompt engineering, hingga aspek etika penggunaan teknologi.
COO Dicoding, Dimas Catur Wibowo, menegaskan peserta tidak hanya akan mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.
"Program ini menjadi inisiatif strategis untuk mencetak talenta digital yang siap kerja dan mampu meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan AI," tutur Dimas.
Sebagai informasi, Pendaftaran program BDT 2026 dibuka hingga 31 Mei 2026 melalui laman resmi Dicoding.
Editor: Redaktur TVRINews
