TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya bertumpu pada talenta dan konten digital, tetapi juga pada penciptaan ruang-ruang pengalaman yang inovatif dan bernilai ekonomi.
Menurutnya, kehadiran Wonderlab menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat diterjemahkan menjadi produk berbasis pengalaman yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi inovasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan ruang ini. Ketika industri kreatif lokal mampu menerjemahkan kreativitas menjadi ruang fisik imersif seperti ini, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, tetapi juga membangun tempat di mana generasi masa depan kita bisa tumbuh tangguh dan adaptif," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menilai model bisnis berbasis pengalaman seperti yang dihadirkan Wonderlab merupakan salah satu arah pengembangan ekonomi kreatif Indonesia ke depan. Konsep tersebut dinilai mampu memperluas ruang tumbuh industri kreatif sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
Kemudian Riefky mengatakan, ekonomi kreatif yang saat ini didorong pemerintah sebagai the new engine of growth membutuhkan inovasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan ruang kreatif berbasis pengalaman menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.
"Ekonomi kreatif yang kami dorong sebagai the new engine of growth bertumpu pada lahirnya inovasi yang dekat dengan masyarakat. Wonderlab menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat diterjemahkan menjadi pengalaman imersif yang bernilai ekonomi," ucapnya.
Lebih lanjut, Riefky menegaskan Kementerian Ekraf terus memperkuat infrastruktur dan ruang kreatif untuk mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi. Kunjungan ke Wonderlab menjelang grand opening pada 15 Juni 2026 juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis inovasi.
Wonderlab sendiri merupakan destinasi edukasi fisik dan bermain imersif pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi mekatronik dan desain multisensori untuk mendukung tumbuh kembang anak dan praremaja. Berdiri di area seluas 1.405 meter persegi, fasilitas ini menghadirkan berbagai wahana interaktif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan kognitif generasi muda.
Dengan hadirnya ruang kreatif berbasis pengalaman seperti Wonderlab, pemerintah berharap sektor ekonomi kreatif semakin mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat dan generasi mendatang.










