
Foto: Ketua Umum PAEI, David Sutyanto (dok. AAEI)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai berada di jalur yang tepat dalam memperkuat fondasi pasar modal Indonesia melalui delapan agenda reformasi strategis. Langkah tersebut diyakini mampu menjawab tantangan struktural pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global.
Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) menyatakan dukungan penuh terhadap agenda reformasi yang digagas OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Danantara Indonesia.
Menurut PAEI, delapan agenda tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan struktural yang selama ini membayangi pasar modal, khususnya terkait transparansi, tata kelola, dan likuiditas.
Ketua Umum PAEI, David Sutyanto, mengatakan bahwa kualitas informasi dan integritas data merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor. Oleh karena itu, reformasi yang mendorong keterbukaan dan penguatan tata kelola emiten menjadi sangat krusial.
"Reformasi ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia. Dengan kebijakan yang presisi dan kolaboratif, kepercayaan investor domestik maupun global akan semakin menguat," ujar David, Senin, 2 Februari 2026.
*8 Agenda Reformasi OJK*
Delapan agenda reformasi OJK meliputi peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float, penguatan keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership, serta penyediaan data kepemilikan saham yang lebih rinci.
Selain itu, terdapat pula rencana demutualisasi bursa, penegakan hukum yang lebih tegas dan konsisten, peningkatan standar kompetensi pengurus emiten, pendalaman pasar, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
PAEI menilai langkah-langkah tersebut sejalan dengan praktik terbaik pasar modal global. Peningkatan free float dan transparansi kepemilikan diyakini akan memperbesar likuiditas perdagangan saham, menekan asimetri informasi, dan memperbaiki persepsi investor terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.
Meski demikian, PAEI mengingatkan agar implementasi kebijakan dilakukan secara bertahap dan proporsional. Pendekatan yang adaptif dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan investor dan kelancaran aktivitas perdagangan, tanpa menimbulkan gejolak berlebihan di pasar.
Ke depan, PAEI menyatakan kesiapan untuk terus berperan sebagai mitra strategis regulator dan pelaku industri. Melalui kajian berbasis riset dan data, organisasi profesi analis ini berharap delapan agenda reformasi OJK dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan, guna mewujudkan pasar modal Indonesia yang adil, efisien, dan berintegritas.
Editor: Redaktur TVRINews
