
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (Foto: Kemenekraf)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong peran aktif generasi muda dan komunitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky saat pertemuan dengan Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, yang membahas peluang kolaborasi melalui pendekatan hexahelix berbasis komunitas.
Teuku Riefky menilai GEMPAR memiliki semangat yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif kami sebut sebagai The New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, banyak daerah yang sebelumnya bergantung pada sumber daya alam kini dapat bertransformasi dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia non-ekstraktif melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Peran Komunitas dalam Rantai Nilai Ekraf
Ia menambahkan, keterlibatan komunitas menjadi elemen penting dalam membangun rantai nilai ekonomi kreatif, mulai dari peran asosiasi, pelaku usaha, hingga pengembangan kewirausahaan.
“Sekarang ekonomi kreatif ibarat tambang baru. Kalau dulu daerah melihat potensi tambang sumber daya alam, kini saatnya memetakan potensi ‘tambang’ ekonomi kreatif seperti musik, seni pertunjukan, dan subsektor lainnya,” jelasnya.
GEMPAR Dorong Peran Generasi Muda
GEMPAR merupakan organisasi pemuda lintas gereja Kristen dan Katolik yang tersebar di berbagai daerah. Organisasi ini memposisikan diri sebagai mitra kolaboratif pemerintah dalam penguatan kapasitas generasi muda, kewirausahaan, serta pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif berbasis keberagaman wilayah dan komunitas.
Ketua Umum GEMPAR Yohanes HD Sirait menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus memanfaatkan bonus demografi.
“Ekonomi kreatif memberi ruang bagi anak muda untuk bertumbuh dan berkontribusi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi justru bisa menjadi beban,” ujarnya.
Ia menegaskan, ekonomi kreatif berperan penting dalam memastikan generasi muda menjadi produktif dan berdaya saing di tengah perubahan struktur ekonomi nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
