
Ilustrasi Komoditas Pangan (Foto: TVRINews)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera pada minggu pertama Februari 2026 didominasi oleh perubahan harga komoditas pangan, terutama cabai dan beras. Hal ini tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan Kota Langsa, Provinsi Aceh, mencatat kenaikan IPH tertinggi sebesar 3,68 persen, dipicu naiknya harga beras, daging sapi, dan cabai rawit.
“Di Kota Langsa, andil kenaikan beras mencapai 1,1 persen, ditambah daging sapi dan cabai rawit. Sementara di Kabupaten Aceh Selatan, IPH naik 2,33 persen terutama karena cabai merah dan gula pasir,” ujar Ateng di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Ia mengatakan, kenaikan harga pangan juga terjadi di Kabupaten Aceh Singkil sebesar 1,73 persen, akibat naiknya harga cabai merah, tempe, dan susu bubuk untuk balita.
Namun, Ateng menjelaskan tidak semua wilayah di Aceh mencatat kenaikan harga. Kabupaten Nagan Raya, kata Ateng, justru mengalami penurunan IPH sebesar 0,25 persen, seiring turunnya harga cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Di Provinsi Sumatera Utara, Kota Tebing Tinggi, Ateng mengatakan tercatat kenaikan IPH 2,58 persen yang didorong cabai merah dan beras. Kabupaten Asahan juga naik 2,02 persen karena kenaikan harga kedua komoditas tersebut.
"Sebaliknya, Kabupaten Serdang Bedagai mengalami penurunan IPH tipis 0,05 persen akibat turunnya harga cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras, sementara Kabupaten Nias mengalami penurunan paling dalam, yakni 3,60 persen, seiring menurunnya harga cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras," lanjutnya.
Selain itu, di Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang Panjang mencatat kenaikan IPH 3,47 persen, seiring naiknya harga cabai merah, daging ayam ras, dan pisang.
Kabupaten Lima Puluh Kota, lanjut Ateng, juga mencatat kenaikan IPH 1,8 persen akibat meningkatnya harga pangan. Sementara itu, Kota Payakumbuh mengalami penurunan IPH 3,09 persen karena harga cabai merah dan cabai rawit turun.
"Kabupaten Pesisir Selatan mencatat penurunan 2,52 persen, terutama karena harga daging ayam ras dan bawang merah menurun," jelasnya.
Data BPS ini menunjukkan fluktuasi signifikan harga pangan di wilayah terdampak bencana Sumatera, dengan cabai dan beras menjadi komoditas paling sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan.
Editor: Redaksi TVRINews
