Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menjajaki peluang kolaborasi antara Indonesia dengan Irlandia dalam memajukan industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Menteri Ekraf menilai, Irlandia merupakan salah satu mitra yang tepat untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif Indonesia menuju pasar internasional.
"Ekonomi kreatif telah menjadi salah satu mesin penggerak utama pertumbuhan Indonesia yang didorong ide, inovasi, dan talenta. Ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membentuk ekonomi yang lebih inklusif dan berwawasan ke depan," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 1 April 2026.
"Dalam konteks ini, Irlandia menjadi mitra yang tepat dengan kekuatan konten dalam bercerita, industri digital, sastra, maupun film hingga mencerminkan ekosistem kreatif yang terhubung secara global," lanjutnya.
Irlandia sendiri tercatat sebagai salah satu eksportir jasa kreatif terbesar di dunia, dengan nilai mencapai USD231 miliar pada tahun 2022. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Irlandia di sektor komputer dan mesin pengolah data mencapai USD11,9 juta pada tahun 2024. Dengan demikian keterhubungan antarnegara bisa terus menumbuhkan kolaborasi.
"Kementerian Ekraf akan terus mendukung pertukaran talenta yang lebih besar dari sisi lintas mahasiswa, residensi seniman, dan inisiatif budaya bersama sehingga kolaborasi antara Indonesia dan Irlandia terus berkembang tidak hanya tingkat nasional, tetapi juga diantara komunitas kreatif global. Pertemuan ini memberi ruang untuk kolaborasi, terutama dalam bidang-bidang seperti gim, co-production film, dan penerbitan, yang mana kedua negara memiliki landasan budaya mendalam," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Ekraf beserta jajaran. Pertemuan ini membuktikan pentingnya hubungan kreativitas dan budaya sebagai jembatan kerja sama kedua negara.
"Saint Patrick’s Day bukan hanya perayaan tentang Irlandia, tetapi juga tentang kreativitas dan budaya yang terkoneksi dengan komunitas global. Kami melihat Indonesia sebagai mitra penting sehingga ekonomi kreatif menjadi inti dari kerja sama yang ingin kami bangun dan tumbuhkan bersama," kata Sharon Lennon.
Sharon Lennon juga menekankan komitmen Irlandia untuk memperluas kerja sama global, termasuk dengan Indonesia, melalui misi diplomatik yang mencakup sektor bisnis mode, gim, gastronomi, budaya, dan industri kreatif lain untuk lebih dari 50 negara.
"Kami berharap ke depan Indonesia dapat menjadi bagian dari perayaan global Saint Patrick’s Day sekaligus memperkuat kolaborasi antara pegiat industri, akademisi, dan komunitas kreatif dari kedua negara," ucap Sharon Lennon.
Editor: Redaktur TVRINews
