
Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2026, Kamis 23 April 2026 (Foto: Youtube Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus/BKPM)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Defisit APBN Rendah Menjadi Bantalan Ekonomi Nasional di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pemerintah Indonesia terus memperkuat fundamental ekonomi domestik melalui kombinasi kebijakan moneter yang responsif dan manajemen fiskal yang disiplin.
Di tengah ketidakpastian global, efektivitas pengelolaan anggaran negara menjadi kunci dalam meredam dampak volatilitas harga komoditas energi.
Pemerintah melaporkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini tetap terjaga pada level rendah, yakni 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka ini menunjukkan komitmen otoritas fiskal dalam menjaga stabilitas tanpa mengorbankan ruang untuk ekspansi ekonomi yang terukur.

(Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada paparan Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2026 (Foto: Youtube Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus/BKPM))
"Defisit APBN terjaga di 0,93% dari PDB, jadi disiplin fiskal dijaga di tengah ekspansi yang terukur," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada paparan Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2026
Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pelaku pasar, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Kemampuan pemerintah dalam mengelola fiskal memberikan kepercayaan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk terus melakukan ekspansi ekonomi, bahkan ketika tekanan global mulai mengerek harga energi ke titik yang lebih tinggi.
Editor: Redaksi TVRINews
