TVRINews – Jakarta
Mayoritas komoditas pangan utama mengalami penurunan harga secara signifikan, sementara sektor minyak goreng terus merangkak naik di pasar domestik.
Tren pergerakan harga komoditas pangan nasional menunjukkan grafik variatif pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026. Berdasarkan data pemantauan harga pangan terbaru, mayoritas komoditas hortikultura khususnya lini cabai dan daging ayam mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Sebaliknya, komoditas minyak goreng justru terus menunjukkan tren penguatan harga.
Penurunan paling tajam terjadi pada sektor cabai. Harga cabai merah besar mencatatkan koreksi terdalam sebesar 12,53 persen, merosot ke angka Rp 63.500 per kilogram.
Langkah deflasi ini diikuti oleh cabai merah keriting yang turun ke Rp 63.450 per kilogram, serta cabai rawit merah yang kini dibanderol Rp 75.650 per kilogram setelah mengalami penurunan sebesar 5,73 persen.
"Penurunan harga pada lini hortikultura ini mengindikasikan adanya perbaikan pasokan di tingkat distributor utama, yang berhasil meredam lonjakan harga pada pekan sebelumnya," ujar perwakilan lembaga pemantau pasar dalam laporan berkala harian.
Dinamika Sektor Daging dan Kebutuhan Pokok
Di sektor protein, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan yang cukup melegakan konsumen, menyusut 6,11 persen menjadi Rp 36.900 per kilogram. Sementara itu, stabilitas tinggi terlihat pada sektor daging sapi.
Daging sapi kualitas 1 hanya mengalami koreksi tipis di angka Rp 150.700 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas 2 justru mengalami kenaikan minor sebesar 1,48 persen menjadi Rp 143.900 per kilogram.
Untuk komoditas gula pasir, harga di tingkat pedagang eceran cenderung bergerak flat. Gula pasir kualitas premium mengalami penurunan tipis Rp 50 menjadi Rp 20.200 per kilogram, sementara varian lokal naik tipis ke angka Rp 19.250 per kilogram.
Tekanan Konsisten pada Minyak Goreng
Berbanding terbalik dengan komoditas lain, sektor minyak goreng secara serempak kompak merangkak naik. Minyak goreng curah mencatatkan kenaikan tertinggi di kelasnya sebesar 1,46 persen, membuat posisinya kini berada di level Rp 20.850 per kilogram.
Tren penguatan ini juga menjalar pada produk hilir bermerek. Minyak goreng kemasan bermerk 1 menguat ke Rp 24.250 per kilogram, disusul oleh kemasan bermerk 2 yang naik tipis menjadi Rp 23.250 per kilogram. Di sisi lain, telur ayam ras segar relatif stabil dengan penurunan marginal sebesar 0,33 persen ke angka Rp 30.400 per kilogram.
Berikut adalah rangkuman pergerakan data harga pangan harian sebagai referensi visual pembaca:

(Grafis: TVRINews.com/FY)










