
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. Mata uang Garuda berhasil bangkit didorong oleh sentimen positif global menyusul kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.20 WIB, rupiah terapresiasi sebesar Rp93 atau 0,54 persen ke level Rp17.012 per dolar AS. Meskipun menguat, posisi rupiah terpantau masih tertahan di kisaran level Rp17.000-an.
Di saat yang sama, indeks dolar AS menunjukkan pelemahan tipis sebesar 0,07 persen ke posisi 99,06. Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu, 8 April 2026, berada di level Rp 17.009 per dolar AS.
Sentimen Gencatan Senjata
Penguatan rupiah pagi ini dipicu oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran menjadi angin segar bagi pasar keuangan.
Sentimen ini memicu penurunan harga minyak mentah secara signifikan, yang pada gilirannya meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi global.
Namun, situasi di lapangan dilaporkan masih dibayangi ketidakpastian. Media lokal Iran menyebutkan bahwa lalu lintas tanker minyak di Selat Hormuz tetap terhenti pascaserangan terbaru Israel ke Lebanon.
Selain itu, seorang pejabat senior Iran menyatakan adanya dugaan pelanggaran terhadap tiga poin dalam proposal gencatan senjata tersebut.
Mencermati Arah Kebijakan The Fed
Dari sisi eksternal lainnya, investor masih mencermati risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed). Dokumen tersebut mengungkapkan adanya perbedaan pandangan di internal dewan gubernur.
Sebagian anggota menilai kenaikan suku bunga masih mungkin diperlukan untuk mengendalikan inflasi, sementara sebagian lainnya mulai menyuarakan harapan untuk pemangkasan suku bunga.
Kini, fokus pelaku pasar tertuju pada rilis data ekonomi penting Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pekan ini. Data belanja pribadi Februari dan deflator PCE akan dirilis pada Kamis malam, disusul oleh laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat.
Editor: Redaktur TVRINews
