
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Melemahnya indeks dolar ke level 98,100 memberi ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 16 April 2026.
Berdasarkan data market Refinitiv, rupiah parkir di level Rp17.125/US$. Angka ini menunjukkan apresiasi sebesar 0,03%, posisi yang konsisten sejak pembukaan perdagangan pada pagi hari tadi.
Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau loyo. Pada pukul 15.00 WIB, indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya itu melemah 0,04% ke level 98,100.
Kondisi ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak di zona hijau.
Sentimen Global: Harapan Damai di Iran
Laporan terkini diketahui bahwa penguatan rupiah hari ini tak lepas dari meredanya tensi geopolitik global. Harapan pasar meningkat seiring munculnya sinyal kesepakatan damai antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik tersebut sudah "mendekati akhir". Optimisme ini diperkuat oleh pernyataan Gedung Putih yang menyebut adanya peluang pembicaraan tatap muka lanjutan yang kemungkinan akan digelar di Pakistan.
Kabar ini memicu investor untuk keluar dari aset aman (safe haven) seperti dolar AS dan kembali masuk ke aset-aset berisiko (risk-on) di pasar negara berkembang.
Indonesia Jadi ‘Titik Terang’ Ekonomi Dunia
Dari sisi domestik, kepercayaan investor kian tebal setelah Indonesia mendapat predikat sebagai salah satu "titik terang" (bright spot) ekonomi global dalam rangkaian IMF Spring Meetings 2026 di Amerika Serikat.
Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menyampaikan apresiasi tersebut dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa, 14 April 2026.
Editor: Redaktur TVRINews
