
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan subsektor fesyen memiliki peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Hal itu disampaikannya saat membuka Garis Poetih Raya Festival 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurut Teuku Riefky, penyelenggaraan festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri fesyen nasional, khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi produk fesyen.
"Garis Poetih Raya Festival 2026 yang digagas oleh desainer Ivan Gunawan tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya kreatif para desainer, tetapi juga berperan dalam memperluas akses pasar bagi pelaku industri fesyen nasional, khususnya menjelang momentum Idulfitri," ujar Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menegaskan, dibandingkan subsektor ekonomi kreatif lainnya, fesyen merupakan salah satu kontributor terbesar dalam penciptaan nilai ekonomi dan penguatan ekspor industri kreatif Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Ekraf terus mendorong berbagai inisiatif yang dapat membuka peluang pasar sekaligus meningkatkan kualitas produk fesyen dalam negeri.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Ekraf menghadirkan Booth EKRAF dalam rangkaian Garis Poetih Raya Festival 2026. Booth ini menjadi etalase bagi jenama fesyen binaan sekaligus ruang interaksi langsung antara pelaku industri dengan pengunjung.
"Melalui Booth EKRAF, kami ingin memastikan produk-produk fesyen unggulan Indonesia mendapatkan panggung yang lebih luas, sekaligus membangun koneksi antara kreator, pelaku usaha, dan konsumen," ucapnya.
Booth EKRAF menampilkan sejumlah jenama binaan Kementerian Ekraf, di antaranya Aruna Creative dan Tarasari Indonesia, yang mengusung nilai keberlanjutan, pelestarian wastra Nusantara, serta penguatan peran perempuan dalam industri fesyen.
Lebih lanjut, Menteri Ekraf menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci untuk mendorong fesyen Indonesia tampil sebagai the new engine of growth yang berdaya saing di pasar domestik maupun global.
Garis Poetih Raya Festival 2026 yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026 merupakan edisi ketiga sejak pertama kali digelar pada 2023 dan 2025. Keberlanjutan festival ini menunjukkan konsistensi dukungan pemerintah terhadap penguatan subsektor fesyen nasional.
Dalam acara tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Direktur Fesyen Romi Astuti.
Editor: Redaktur TVRINews
