
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Kiri)
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Sektor logistik memegang peranan penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang kompleks, penguatan sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan adaptif dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memandang sektor logistik sebagai pilar strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi.
"Pemerintah memandang sektor logistik sebagai pilar strategis dalam menjaga kelancaran distribusi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan sistem logistik yang terintegrasi dan berdaya tahan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya dikutip, Selasa 14 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon turut mendampingi guna membahas langkah-langkah peningkatan efisiensi biaya logistik nasional. Saat ini, biaya logistik nasional masih berada pada kisaran 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pemerintah terus berupaya menurunkan angka tersebut secara bertahap melalui berbagai kebijakan transformasi sektor logistik. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi distribusi dan memperkuat konektivitas antarwilayah di tengah ketidakpastian global.
Kemenko Perekonomian juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan ALFI Conference and Exhibition (ALFI CONVEX) 2026. Forum ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam melahirkan solusi konkret serta inovasi ekosistem logistik.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama mengingat logistik melibatkan banyak pemangku kepentingan. Kemenko Perekonomian menegaskan peranannya dalam mengoordinasikan kebijakan antar kementerian, lembaga, dan pelaku industri demi mewujudkan sistem yang lebih efisien.
ALFI CONVEX 2026 yang mengusung tema Indonesia in Motion: Empowering a Resilient Logistics Ecosystem dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Agenda ini akan membahas isu strategis mulai dari digitalisasi logistik, konektivitas multimoda, hingga penguatan ketahanan rantai pasok nasional.
Melalui dukungan pada forum tersebut, Kemenko Perekonomian berharap terciptanya ekosistem logistik yang lebih adaptif sehingga dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
